07 November 2009

Alltray, Cara Paling Efektif Me-Minimize Aplikasi ke Sistem Tray pada GNOME, KDE , XFCE

Kadang ada hal sepele yang penting justru terlupakan, seperti saya yang pernah mengalami kesulitan dalam me-minimize aplikasi yang ada di ubuntu 8.10 lalu, salah satu aplikasi yang sering saya minimize ke sistem tray adalah Evolution Mail, Pidgin, serta aplikasi pemutar lagu seperti XMMS dan Audacious.

Malam ini saya kesulitan kembali, karena lupa nama aplikasi yang pernah dipakai, cari mencari akhirnya baru ingat kalau aplikasi itu bernama "alltray".

Saya hanya bisa mencontohkan untuk penginstalan di Ubuntu 9.10 saya ini, langung melalui terminal:

sudo apt-get install alltray

Selesai, tidak ada tampilan GUI untuk alltray ini, kita menggunakannya pada launcher atau pada Startup Applications. Misalkan saja, saya ingin mengaktifkan alltray pada Evolution Mail, buat launcher untuk Evolution:

Type: Application
N
ame
: diisi terserah, misal Evolution
Command: alltray evolution --component=mail

Hal yang sama, jika kita inginkan Evolution berjalan otomatis saat login. Pada Menu System -> Preferences -> Startup Applications, pilih Add, isi dengan perintah yang sama dengan di atas.

Hal ini berlaku untuk semua aplikasi, dengan menyisipkan perintah "alltray" sebelum perintah aplikasi tersebut.

Mounting Hardisk Secara Otomatis di Ubuntu

Memang Ubuntu menyediakan kemudahan untuk mounting media baca tulis seperti hardisk misalnya, sayangnya untuk hardisk yang terpasang di Ubuntu seringkali harus di mount dengan cara di klik, dan sistem meminta password user. Hal ini tidak saja tidak praktis, namun juga menjengkelkan saat kita punya referensi file ke hardisk tersebut yang tidak segera bisa diakses karena harus di mounting dahulu.
Namun permasalahan itu bisa dipecahkan dengan mudah, dari hasil pencarian di google, maka dapat disimpulkan cara yang paling gampang sebagai berikut.

1. Mendapatkan informasi nama hardisk dan lokasinya, pada terminal ketik perintah:

sudo fdisk -l

2. Akan keluar seperti yang saya contohkan di dalam sistem saya:

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 6374 51199123+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda2 6375 30401 192996877+ f W95 Ext'd (LBA)
/dev/sda5 6375 25138 150721798+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda6 25139 30180 40499833+ 83 Linux
/dev/sda7 30181 30401 1775151 82 Linux swap / Solaris

Yang saya highlight adalah partisi yang hendak saya mounting secara otomatis, jadi pastikan kamu memilih mounting yang diinginkan.

3. Langkah selanjutnya membuat mount point (folder), hal ini perlu karena linux memperlakukan semua device (termasuk hardisk) sebagai folder.
Dalam hal ini saya membuat mount point dengan nama hardisk,
sebelumnya ubah direktori kerja ke /media, karena di situ letak semua mounting point device, ketik perintah:

cd /media

lalu buat folder mounting point dengan nama hardisk:

sudo mkdir hardisk

4. Edit file fstab agar nantinya dikenali secara otomatis oleh sistem:

sudo gedit /etc/fstab

akan terbuka file fstab, jangan diubah apapun isi yang ada, kita hanya perlu menambahkan satu baris di bagian paling bawah:

/dev/sda5 /media/hardisk ntfs-3g defaults,locale=en_US.UTF-8 0 0

Perhatikan bahwa saya memilih sda5 sebagai partisi yang akan dimounting secara otomatis pada folder mounting point hardisk, kebetulan saya menggunakan format NTFS, jika hardisk kamu format dengan EXT3 gunakan:

/dev/sda5 /media/hardisk ext3 defaults,errors=remount-ro,users,user_xattr,user 0 0

untuk EXT4 ganti ext3 dengan ext4. Atau jika kamu memakai FAT32, gunakan:

/dev/sda5 /media/hardisk vfat umask=000 0 0

4. Langkah terakhir, agar tidak menanyakan pasword, pastikan bahwa mounting point adalah milik user kamu, dengan perintah sebagai berikut:

sudo chown -R dhani:dhani /media/hardisk

dhani adalah username kamu di ubuntu.

Selesai dan coba restart komputer kamu, untuk membuktikan perubahannya.

Mencoba Ubuntu 9.10 (Efek Compiz)

Setelah selesai install multimedia, giliran ingin mencoba efek compiz yang dulu hanya bisa saya lihat saja, berhubung sekarang komputer udah lumayan grafiknya maka tak ada salahnya mencoba salah satu permainan desktop effect ala GNOME ini.

Untuk itu pastikan dulu bahwa VGA mendukung efek ini, serta driver terinstall dengan benar, saya gunakan NVIDIA GeForce 8600GT, lebih dari cukup untuk sekedar Compiz.

Langkah pertama menambahkan sumber program, melalui terminal:

sudo gedit /etc/apt/sources.list

Akan terbuka file source.list, tambahkan satu baris berikut ke bagian paling akhir:

deb http://ppa.launchpad.net/compiz/ubuntu karmic main

Tutup dan simpan.

Langkah kedua, update dan upgrade sumber program, melalui terminal:

sudo apt-get update

dilanjutkan dengan

sudo apt-get upgrade


Langkah ketiga, install item yang diperlukan melalui terminal (satu baris):

sudo apt-get install compizconfig-settings-manager compiz-fusion-plugins-extra compiz-fusion-plugins-main compiz-plugins emerald

Selesai itu, pastikan bahwa workspace switcher (biasa ada di pojok kanan bawah dari toolbar) berukuran minimal 2 kolom (klik kanan di workspace switcher, Preferences, Columns = 2), hal ini dilakukan agar perubahan perpindahan workspace bisa terlihat saat compiz diaktifkan.

Kini program Compiz Setting Manager bisa dibuka melalui menu

System->Preferences->CompizConfig Settings Manager.

Pilih efek yang kamu inginkan, bisa Desktop Cube, Cube Rotation, wobbly windows, ring switcher, fire effect dan lain sebagainya (atau boleh kesemuanya).

Langkah Keempat, tutup semua program, logout dan login kembali. Klik kanan di desktop -> Change Desktop Background -> Tab Visual Effect, pastikan bahwa kamu memilih Extra Effects.
Buka kembali Config Setting Manager, centang pilihan Cube Reflection and Deformation.

Selesai sudah. Berikut ini screenshot yang bisa saya tampilkan di sini, sesuai dengan shortcut kombinasi tombol yang saya tekan.

1. Efek Air (Shift+F9)













2. Efek Api (Windows+Shift+Drag Kiri Mouse)













3. Perpindahan jendela kerja (Windows+Tab)



4. Menarik Jendela Kerja (Ctrl+Alt+Klik Mouse Kiri)













Berikut ini beberapa kombinasi yang dapat digunakan untuk mengaktifkan efek Compiz.

SUPER+SHIFT+DRAG LEFT MOUSE = draw fire
SUPER+SHIFT+C = clear fire
CTRL+ALT+DRAG LEFT MOUSE = rotate cube
CTRL+ALT+LEFT ARROW = rotate cube
CTRL+ALT+DOWN ARROW = flat desktop
SHIFT+ALT+UP = initiate window picker
CTRL+ALT+DOWN = unfold cube
ALT+TAB = window switch
SUPER+TAB = flip switcher or ring switcher, depending on which is enabled.
ALT+F7 = initiate 'move windows'
SHIFT+F9 = water effect
SHIFT+F10 = slow animations
CTRL+ALT+D = show desktop

*SUPER di sini adalah tombol Logo Windows
Referensi: ubuntulinuxhowtos.blogspot.com

Mencoba Ubuntu 9.10 (Tulisan Kedua)

Setelah menginstall Ubuntu 9.10 Kemarin malam, yang saya lakukan pertama kali tentu merubah tampilan standar yang cokelat itu menjadi agak enak di lihat menurut saya, konsep pertama saya pikir meniru tampilan Windows 7 yang ciamik itu, tapi saya lantas berubah pikiran, saya memakai ubuntu dengan kebanggan tersendiri, dan tak ingin terlihat seperti sistem operasi yang ingin saya tinggalkan itu (masih ingin, sebab belum benar-benar lepa), akhirnya konsep tetap seperti standar GNOME, tapi sedikit polesan pada toolbar, desktop, dan icon. Tidak macam-macam, ingin tampil sederhana, walau nuansa Windows tetap ada.

Ubah panel dengan memilih panel background ala Windows 7, install emerald theme manager beserta tema emerald yang juga ala Windows 7, dan lagi-lagi Icon ala Windows 7, semuanya hasil pencarian di www.gnome-look.org

Kelar mengejar tampilan, install plugin MP3 di Rhythmbox player, install VLC, Audacious. Multimedia pemutar media sudah cukup. Dan mungkin akan ditambah dengan aplikasi lainnya, untuk sementara tampilan Ubuntu di desktop saya seperti screenshot di bawah ini.

1. Desktop












2. Nautilus












3. Aplikasi












4. Firefox

Mencoba Ubuntu 9.10 (Tulisan Pertama)

Baru install Ubuntu 9.10 a.k.a Karmic Koala, setelah berkutat dengan download yang gagal terus, maklum koneksi pake 3g yang kadang idup kadang mati, untungnya download make bit torrent, jadi bisa diresume dengan mudah kalo putus.

Kelar download, langsung check md5sum nya, cocok dengan md5sum:

8790491bfa9d00f283ed9dd2d77b3906

artinya file yang sudah saya download sama persis dengan yang aslinya di server ubuntu sana... langsung di burn pake pc kantor, kelar langsung dicoba live CD di komputer yang sama, nggak ada masalah yang berarti, semua bisa dideteksi dengan benar mulai suara, vga, sampe wireless (tipe nggak saya perhatikan).

Masalah pertama: Sepulangnya dari kantor, sore langsung coba live cd di pc sendiri. Tidak ada masalah, sama seperti di kantor. Tapi saat ingin menginstallnya (pilihan pada saat booting) tertulis “Cannot Booting”. Beberapa kali dicoba hasil tetap sama, saya menduga ada kerusakan dengan CD ubuntu hasil burning tadi, jadi saya coba boot melalui USB Flashdisk, untuk masih ada laptop di rumah yang pake Ubuntu 8.10, jadi dengan mudahnya file Ubuntu 9.10 dalam bentuk ISO tadi saya jadikan bootable di USB Flashdisk dengan menggunakan “USB Startup Disk Creator” bawaan ubuntu.

Saya ulangi installasi, kali ini menggunakan flashdisk, Alhamdulillah mulus tidak ada hambatan apapun. Yang saya suka adalah tampilan splash pada saat startup, biasa disuguhi dengan tulisan ubuntu dan garis atau persegi yang berjalan, kali ini hanya logo ubuntu putih yang kontras dengan latar belakang hitam. Masuk ke login sudah menggunakan sistem klik, jadi tidak perlu susah-susah menuliskan user name. Lumayan cepat jug bootingnya, ada peningkatan yang berarti dari Ubuntu 9.04, theme yang sudah lebih baik dari versi sebelumnya (lebih cerah), juga icon yang menurut saya lebih bagus dibanding versi sebelumnya, namun begitu saya tetap tidak menyukai theme dan icon default ubuntu.

Malam ini saat saya tulis ini, ada beberapa pengalaman saya dalam mengutak atik tampilan ubuntu standar menjadi ubuntu yang “enak dilihat” menurut saya, ada yang gagal, ada yang berhasil... yah namanya masih amatir dan newbie sekali soal ubuntu, jadi jika gagal cari di google. Berhubung saya ngantuk, saya berniat sambung tulisan besok lagi, atau besoknya lagi.