07 November 2009

Alltray, Cara Paling Efektif Me-Minimize Aplikasi ke Sistem Tray pada GNOME, KDE , XFCE

Kadang ada hal sepele yang penting justru terlupakan, seperti saya yang pernah mengalami kesulitan dalam me-minimize aplikasi yang ada di ubuntu 8.10 lalu, salah satu aplikasi yang sering saya minimize ke sistem tray adalah Evolution Mail, Pidgin, serta aplikasi pemutar lagu seperti XMMS dan Audacious.

Malam ini saya kesulitan kembali, karena lupa nama aplikasi yang pernah dipakai, cari mencari akhirnya baru ingat kalau aplikasi itu bernama "alltray".

Saya hanya bisa mencontohkan untuk penginstalan di Ubuntu 9.10 saya ini, langung melalui terminal:

sudo apt-get install alltray

Selesai, tidak ada tampilan GUI untuk alltray ini, kita menggunakannya pada launcher atau pada Startup Applications. Misalkan saja, saya ingin mengaktifkan alltray pada Evolution Mail, buat launcher untuk Evolution:

Type: Application
N
ame
: diisi terserah, misal Evolution
Command: alltray evolution --component=mail

Hal yang sama, jika kita inginkan Evolution berjalan otomatis saat login. Pada Menu System -> Preferences -> Startup Applications, pilih Add, isi dengan perintah yang sama dengan di atas.

Hal ini berlaku untuk semua aplikasi, dengan menyisipkan perintah "alltray" sebelum perintah aplikasi tersebut.

Mounting Hardisk Secara Otomatis di Ubuntu

Memang Ubuntu menyediakan kemudahan untuk mounting media baca tulis seperti hardisk misalnya, sayangnya untuk hardisk yang terpasang di Ubuntu seringkali harus di mount dengan cara di klik, dan sistem meminta password user. Hal ini tidak saja tidak praktis, namun juga menjengkelkan saat kita punya referensi file ke hardisk tersebut yang tidak segera bisa diakses karena harus di mounting dahulu.
Namun permasalahan itu bisa dipecahkan dengan mudah, dari hasil pencarian di google, maka dapat disimpulkan cara yang paling gampang sebagai berikut.

1. Mendapatkan informasi nama hardisk dan lokasinya, pada terminal ketik perintah:

sudo fdisk -l

2. Akan keluar seperti yang saya contohkan di dalam sistem saya:

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 6374 51199123+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda2 6375 30401 192996877+ f W95 Ext'd (LBA)
/dev/sda5 6375 25138 150721798+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda6 25139 30180 40499833+ 83 Linux
/dev/sda7 30181 30401 1775151 82 Linux swap / Solaris

Yang saya highlight adalah partisi yang hendak saya mounting secara otomatis, jadi pastikan kamu memilih mounting yang diinginkan.

3. Langkah selanjutnya membuat mount point (folder), hal ini perlu karena linux memperlakukan semua device (termasuk hardisk) sebagai folder.
Dalam hal ini saya membuat mount point dengan nama hardisk,
sebelumnya ubah direktori kerja ke /media, karena di situ letak semua mounting point device, ketik perintah:

cd /media

lalu buat folder mounting point dengan nama hardisk:

sudo mkdir hardisk

4. Edit file fstab agar nantinya dikenali secara otomatis oleh sistem:

sudo gedit /etc/fstab

akan terbuka file fstab, jangan diubah apapun isi yang ada, kita hanya perlu menambahkan satu baris di bagian paling bawah:

/dev/sda5 /media/hardisk ntfs-3g defaults,locale=en_US.UTF-8 0 0

Perhatikan bahwa saya memilih sda5 sebagai partisi yang akan dimounting secara otomatis pada folder mounting point hardisk, kebetulan saya menggunakan format NTFS, jika hardisk kamu format dengan EXT3 gunakan:

/dev/sda5 /media/hardisk ext3 defaults,errors=remount-ro,users,user_xattr,user 0 0

untuk EXT4 ganti ext3 dengan ext4. Atau jika kamu memakai FAT32, gunakan:

/dev/sda5 /media/hardisk vfat umask=000 0 0

4. Langkah terakhir, agar tidak menanyakan pasword, pastikan bahwa mounting point adalah milik user kamu, dengan perintah sebagai berikut:

sudo chown -R dhani:dhani /media/hardisk

dhani adalah username kamu di ubuntu.

Selesai dan coba restart komputer kamu, untuk membuktikan perubahannya.

Mencoba Ubuntu 9.10 (Efek Compiz)

Setelah selesai install multimedia, giliran ingin mencoba efek compiz yang dulu hanya bisa saya lihat saja, berhubung sekarang komputer udah lumayan grafiknya maka tak ada salahnya mencoba salah satu permainan desktop effect ala GNOME ini.

Untuk itu pastikan dulu bahwa VGA mendukung efek ini, serta driver terinstall dengan benar, saya gunakan NVIDIA GeForce 8600GT, lebih dari cukup untuk sekedar Compiz.

Langkah pertama menambahkan sumber program, melalui terminal:

sudo gedit /etc/apt/sources.list

Akan terbuka file source.list, tambahkan satu baris berikut ke bagian paling akhir:

deb http://ppa.launchpad.net/compiz/ubuntu karmic main

Tutup dan simpan.

Langkah kedua, update dan upgrade sumber program, melalui terminal:

sudo apt-get update

dilanjutkan dengan

sudo apt-get upgrade


Langkah ketiga, install item yang diperlukan melalui terminal (satu baris):

sudo apt-get install compizconfig-settings-manager compiz-fusion-plugins-extra compiz-fusion-plugins-main compiz-plugins emerald

Selesai itu, pastikan bahwa workspace switcher (biasa ada di pojok kanan bawah dari toolbar) berukuran minimal 2 kolom (klik kanan di workspace switcher, Preferences, Columns = 2), hal ini dilakukan agar perubahan perpindahan workspace bisa terlihat saat compiz diaktifkan.

Kini program Compiz Setting Manager bisa dibuka melalui menu

System->Preferences->CompizConfig Settings Manager.

Pilih efek yang kamu inginkan, bisa Desktop Cube, Cube Rotation, wobbly windows, ring switcher, fire effect dan lain sebagainya (atau boleh kesemuanya).

Langkah Keempat, tutup semua program, logout dan login kembali. Klik kanan di desktop -> Change Desktop Background -> Tab Visual Effect, pastikan bahwa kamu memilih Extra Effects.
Buka kembali Config Setting Manager, centang pilihan Cube Reflection and Deformation.

Selesai sudah. Berikut ini screenshot yang bisa saya tampilkan di sini, sesuai dengan shortcut kombinasi tombol yang saya tekan.

1. Efek Air (Shift+F9)













2. Efek Api (Windows+Shift+Drag Kiri Mouse)













3. Perpindahan jendela kerja (Windows+Tab)



4. Menarik Jendela Kerja (Ctrl+Alt+Klik Mouse Kiri)













Berikut ini beberapa kombinasi yang dapat digunakan untuk mengaktifkan efek Compiz.

SUPER+SHIFT+DRAG LEFT MOUSE = draw fire
SUPER+SHIFT+C = clear fire
CTRL+ALT+DRAG LEFT MOUSE = rotate cube
CTRL+ALT+LEFT ARROW = rotate cube
CTRL+ALT+DOWN ARROW = flat desktop
SHIFT+ALT+UP = initiate window picker
CTRL+ALT+DOWN = unfold cube
ALT+TAB = window switch
SUPER+TAB = flip switcher or ring switcher, depending on which is enabled.
ALT+F7 = initiate 'move windows'
SHIFT+F9 = water effect
SHIFT+F10 = slow animations
CTRL+ALT+D = show desktop

*SUPER di sini adalah tombol Logo Windows
Referensi: ubuntulinuxhowtos.blogspot.com

Mencoba Ubuntu 9.10 (Tulisan Kedua)

Setelah menginstall Ubuntu 9.10 Kemarin malam, yang saya lakukan pertama kali tentu merubah tampilan standar yang cokelat itu menjadi agak enak di lihat menurut saya, konsep pertama saya pikir meniru tampilan Windows 7 yang ciamik itu, tapi saya lantas berubah pikiran, saya memakai ubuntu dengan kebanggan tersendiri, dan tak ingin terlihat seperti sistem operasi yang ingin saya tinggalkan itu (masih ingin, sebab belum benar-benar lepa), akhirnya konsep tetap seperti standar GNOME, tapi sedikit polesan pada toolbar, desktop, dan icon. Tidak macam-macam, ingin tampil sederhana, walau nuansa Windows tetap ada.

Ubah panel dengan memilih panel background ala Windows 7, install emerald theme manager beserta tema emerald yang juga ala Windows 7, dan lagi-lagi Icon ala Windows 7, semuanya hasil pencarian di www.gnome-look.org

Kelar mengejar tampilan, install plugin MP3 di Rhythmbox player, install VLC, Audacious. Multimedia pemutar media sudah cukup. Dan mungkin akan ditambah dengan aplikasi lainnya, untuk sementara tampilan Ubuntu di desktop saya seperti screenshot di bawah ini.

1. Desktop












2. Nautilus












3. Aplikasi












4. Firefox

Mencoba Ubuntu 9.10 (Tulisan Pertama)

Baru install Ubuntu 9.10 a.k.a Karmic Koala, setelah berkutat dengan download yang gagal terus, maklum koneksi pake 3g yang kadang idup kadang mati, untungnya download make bit torrent, jadi bisa diresume dengan mudah kalo putus.

Kelar download, langsung check md5sum nya, cocok dengan md5sum:

8790491bfa9d00f283ed9dd2d77b3906

artinya file yang sudah saya download sama persis dengan yang aslinya di server ubuntu sana... langsung di burn pake pc kantor, kelar langsung dicoba live CD di komputer yang sama, nggak ada masalah yang berarti, semua bisa dideteksi dengan benar mulai suara, vga, sampe wireless (tipe nggak saya perhatikan).

Masalah pertama: Sepulangnya dari kantor, sore langsung coba live cd di pc sendiri. Tidak ada masalah, sama seperti di kantor. Tapi saat ingin menginstallnya (pilihan pada saat booting) tertulis “Cannot Booting”. Beberapa kali dicoba hasil tetap sama, saya menduga ada kerusakan dengan CD ubuntu hasil burning tadi, jadi saya coba boot melalui USB Flashdisk, untuk masih ada laptop di rumah yang pake Ubuntu 8.10, jadi dengan mudahnya file Ubuntu 9.10 dalam bentuk ISO tadi saya jadikan bootable di USB Flashdisk dengan menggunakan “USB Startup Disk Creator” bawaan ubuntu.

Saya ulangi installasi, kali ini menggunakan flashdisk, Alhamdulillah mulus tidak ada hambatan apapun. Yang saya suka adalah tampilan splash pada saat startup, biasa disuguhi dengan tulisan ubuntu dan garis atau persegi yang berjalan, kali ini hanya logo ubuntu putih yang kontras dengan latar belakang hitam. Masuk ke login sudah menggunakan sistem klik, jadi tidak perlu susah-susah menuliskan user name. Lumayan cepat jug bootingnya, ada peningkatan yang berarti dari Ubuntu 9.04, theme yang sudah lebih baik dari versi sebelumnya (lebih cerah), juga icon yang menurut saya lebih bagus dibanding versi sebelumnya, namun begitu saya tetap tidak menyukai theme dan icon default ubuntu.

Malam ini saat saya tulis ini, ada beberapa pengalaman saya dalam mengutak atik tampilan ubuntu standar menjadi ubuntu yang “enak dilihat” menurut saya, ada yang gagal, ada yang berhasil... yah namanya masih amatir dan newbie sekali soal ubuntu, jadi jika gagal cari di google. Berhubung saya ngantuk, saya berniat sambung tulisan besok lagi, atau besoknya lagi.

05 October 2009

Install Driver NVIDA GFORCE 8600GT di Ubuntu 9.04

Hari ini saya menginstall Ubuntu Jaunty Jackalope di dekstopku yang baru dibeli, salah satu speknya memakai video Card nVidia gForce 8600GT (termasuk dalam 8-series), memang bukan VGA high end tapi juga nggak jelek buat maen game.

Masalah timbul saat instalasi ubuntu selesai, desktop effect tidak bisa diaktifkan, setelah dilihat di hardware, tidak ada list untuk VGA. Cari mencari di mbah google, akhirnya dapet situs berguna nih... sebagai rasa hormat dan terimakasih, saya buat link ke situs tersebut pada akhir tulisan ini. Saya coba menambahkan beberapa point agar pemula juga bisa mengikutinya.

  1. Untuk proses ini, pastikan di komputer kamu terhubung jaringan internet, makin cepat koneksi akan semakin baik.. ya tentu saja.
  2. Pastikan Source List kamu memasukkan pilihan software yang dibuat oleh pihak ketiga. Caranya klik menu System -Administration - Software Sources, ke tab Third-Party Software, centang semua pilihan.
  3. Kemudian tutup, akan timbul kotak dialog untuk Reload, fungsinya meng-update perubahan yang baru kita buat tadi.
  4. Buka terminal, defaultnya di Application - Accessories - Terminal, ketik (atau copy, kemudian ctrl+shift+v) di terminal: sudo apt-get install nvidia-glx-180
  5. Tekan enter dan masukkan password user kamu bila diminta.
  6. Tunggu proses selesai, selanjutnya jika sudah selesai ketik lagi perintah ini: sudo nvidia-xconfig
  7. Tekan enter, jika proses selesai tutup terminal dan restart komputer kamu.
  8. Dengan proses ini saya berhasil dengan baik sekali.
Ini link yang saya dapat dari google, tentang pembahasan masalah ini:
http://www.techerator.com/2009/04/how-to-configure-nvidia-drivers-in-ubuntu-904/

www.xtalplanet.multiply.com

25 September 2009

Merubah Tampilan Ubuntu Seperti XP Dalam Satu Langkah

Saya sudah lama juga memakai linux Ubuntu (saat tulisan ini dibuat saya menggunakan Ubuntu 9.04), bahkan saya sudah sepenuhnya memakain linux untuk desktop dan laptop di rumah. Menggunakan Windows XP hanya saat berada di kantor karena tuntutan kompatibilitas tentunya, dimana 90 % pegawai menggunakan Windows XP. Salah satu teman di kantor mengatakan ia ingin belajar ubuntu, tetapi ia tidak suka dengan tampilan standar ubuntu, juga kesulitan untuk mengutak-atik theme standarnya, maklum memang ia masih newbie soal linux terutama ubuntu. Demi memenuhi keinginan teman, saya coba googling ke sana kemari. Akhirnya saya dapatkan juga file XpGnome, hanya satu langkah membuat tampilan Ubuntu menjadi tampilan Windows XP. Terimakasih bagi siapapun yang ikut men-share file tersebut di internet, terutama yang punya ide dan yang membuatkan file tersebut, sehingga menjadi praktis.

  1. Langsung saja download file XpGnome.tar.gz dari SINI
  2. Ekstrak file tersebut (sekali atau dua kali, sehingga didapat folder bernama XpGnome
  3. Di dalam folder tersebut ada file bernama InstallXpGnome.sh, klik saja dua kali dan jika muncul kotak dialog, klik "Run" (tombol paling kanan)
  4. Proses berjalan, kemungkinan akan muncul promp untuk memasukkan password sebagai root, jadi masukkan saja password user kamu.
  5. Selesai, tampilan kini seperti dalam screenshot di bawah ini.
Tampilan Desktop
















Tampilan Start Menu















Tampilan Nautilus















Tampilan Aplikasi
















20 August 2009

Mengatasi Masalah Suara pada Notebook Compaq Presario CQ35 di Ubuntu 9.04

Setelah mendapat laptop pinjam pakai dari kantor, Compaq Presario CQ35 langsung saya pasang dengan Ubuntu 9.04 yang baru dikirim setelah memesan di shipit, tidak lupa menghapus seluruh sistem yang sebelumnya telah terinstall
.
Proses instalasi berjalan lancar, sampai dengan booting pertama suara khas login ubuntu tidak keluar. Tes alsa mixer juga gagal, install Audacious dan VLC berjalan baik, DVD bisa ditonton dan lagu bisa diputar.. namun tetap tidak keluar suara. Indikator touch panel bergambar speaker juga berwarna merah. Padahal semua berfungsi sempurna, wireless, grafik dan sebagainya.

Cari-cari di google, ternyata saya harus meng-upgrade alsa mixer yang sebelumnya versi 1.0.18 ke versi 1.0.20

Dari hasil rangkuman, berikut ini langkah-langkah yang saya jalankan:

1. Install tool yang diperlukan dengan melalui terminal:

sudo apt-get -y install build-essential ncurses-dev gettext xmlto
sudo apt-get -y install linux-headers-`uname -r`

2. Download 3 buah file berikut, dan letakkan pada desktop atau folder lain:

ftp://ftp.alsa-project.org/pub/driver/alsa-driver-1.0.20.tar.bz2
ftp://ftp.alsa-project.org/pub/lib/alsa-lib-1.0.20.tar.bz2
ftp://ftp.alsa-project.org/pub/utils/alsa-utils-1.0.20.tar.bz2

3. Buat direktori dan buka nautilus dengan akses root, yaitu melalui terminal:

sudo mkdir -p /usr/src/alsa
sudo nautilus

Copy ke tiga file yang baru kita download tadi ke dalam folder /usr/src/alsa
melalui nautilus dengan akses root tadi.

Ekstrak ketiganya di folder tersebut.

4. Compile dan install file Alsa Driver, melalui terminal:

cd /usr/src/alsa/alsa-driver-1.0.20

sudo ./configure --with-cards=hda-intel --with-kernel=/usr/src/linux-headers-$(uname -r)

sudo make

sudo make install

cd;

5. Compile dan install file Alsa Lib

cd /usr/src/alsa/alsa-lib-1.0.20
sudo ./configure
sudo make
sudo make install
cd;

6. Compile dan install file Alsa Utiliti

cd /usr/src/alsa/alsa-utils-1.0.20
sudo ./configure
sudo make
sudo make install
cd;

7. Tambahkan dua baris di configurasi alsa pada file alsa-base.conf, pada terminal ketik:

sudo gedit /etc/modprobe.d/alsa-base.conf

kemudian pada file alsa-base.conf yang terbuka tambahkan di baris terakhir:

options snd-hda-intel model=hp-m4 enable=1 index=0
options snd-hda-intel enable_msi=1

Simpan, tutup dan restart. Kini laptop saya bersuara dengan normal.

27 July 2009

Anti Super Hidden File


Pada postingan terdahulu, gw udah jelasin tentang mengembalikan file yang disembunyikan attributnya, baik akibat virus maupun hal lain dengan mengetik attrib -s -h *.* /s /d, tapi terkadang ada kasus yang lebih rumit, sehingga dengan cara itu juga nggak berhasil, software yang satu ini sangat menolong temen-temen semua untuk ngembaliin file yang disembunyikan atributnya (bukan yang di delete atau yang diformat ya, untuk ngembaliin file yang di delete,format atau bahkan lebih parah, ada juga softwarenya di blog ini.. cari cari ya).

DOWNLOAD DI SINI

08 May 2009

Akses File di HP Nokia pada Linux Ubuntu

Kali ini gw akan membahas cara akses file-file di HP Nokia pada Linux Ubuntu 8.10. Ini merupakan pengalaman dan hasil pencarian melalui Google, dan akhirnya gw coba rangkum semudah mungkin. Mari kita mulai.

Gw contohkan di sini, gw make HP Nokia N70 dan Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex), tapi secara garis besar, apa yang gw jelaskan di sini bisa berlaku untuk HP jenis lain.

Sebelumnya harus download file-file RAR berikut ini:
1. Obex.rar
2. ObexFTP-Front-End.zip
3. Sun-Java-BIN.rar (Opsional - belum gw upload, tp bs juga berjalan tanpa file ini)

Lakukan hal berikut pada file Obex.rar:

1. Simpan file Obex.rar pada satu folder, misalnya folder yang dibuat dengan nama OBEX. Dalam hal ini gw contohkan menyimpan file Obex.rar di folder /home/dhani/OBEX.
2. Kemudian Un-rar dengan klik kanan file tersebut dan pilih Extract Here.
3. Buka Terminal dan ketikan

cd OBEX
sudo dpkg -i *.deb

jika diminta password, ketik password user kamu. Di sini instalasi berjalan. Jika selesai dapat keluar dari terminal.

Lakukan hal berikut pada file ObexFTP-Front-End.rar

1. Simpan file ObexFTP-Front-End.rar pada satu folder yang dibuat dengan nama FTP. gw contohkan menyimpannya di folder /home/dhani/FTP
2. Klik kanan dan pilih Extract Here
3. Buka terminal dan ketik:

cd FTP
sudo unzip *.zip -d /usr/bin/

jika diminta password ketikan password user kamu. Selesai dan bisa keluar dari terminal.

Lakukan hal berikut pada file Sun-Java-BIN.rar

1. Simpan file Sun-Java-BIN.rar pada folder yang dibuat dengan nama SUNJAVA, gw contohkan menyimpannya di folder /home/dhani/SUNJAVA
2. Ekstrak dengan klik kanan dan pilih Extract Here
3. Buka terminal dan ketik:

cd SUNJAVA
sudo dpkg -i *.deb

jika diminta password, ketik password user kamu. Selesai untuk semua instalasi file. Sekarang kita lanjut ke konfigurasi peralatan dan setingannya.

1. Hubungkan Nokia N70 kamu, mungkin akan muncul pop-up, abaikan saja.
2. Buka terminal dan ketik:

lsusb

perintah ini akan menampilakan seluruh terminal usb beserta device yang terhubung padanya.
pada terminal gw muncul sebagai berikut:

Bus 003 Device 002: ID 0951:1613 Kingston Technology
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 005: ID 0421:043a Nokia Mobile Phones N70 USB Phone Parent
Bus 001 Device 003: ID 15ca:00c3 Textech International Ltd. Mini Optical Mouse
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Kamu dengan mudah menemukan bahwa Nokia N70 kamu sudah terhubung, dan perlu dicatat, dari list device Nokia N70 berikut:

Bus 001 Device 005: ID 0421:043a Nokia Mobile Phones N70 USB Phone Parent

ada dua item penting yaitu:

VendorID = 0421
ProductID = 043a

mungkin dua item di atas bisa berbeda satu sama lainnya. Catatlah kedua item tersebut.

3. Masih pada terminal, ketik (atau copy-paste dari sini):

sudo gedit /etc/udev/rules.d/040-permissions.rules

akan terbuka text editor Gedit, dan copy-paste teks berikut ke dalamnya:

BUS=="usb", SYSFS{idVendor}=="VendorID", SYSFS{idProduct}=="ProductID", GROUP="plugdev", USER="yourUserNname"

Ganti VendorID dengan nomor VendorID Nokia kamu, ProductID dengan nomor ProductID Nokia kamu, dan yourUserNname dengan user kamu. contohnya:

US=="usb", SYSFS{idVendor}=="0421", SYSFS{idProduct}=="043a", GROUP="plugdev", USER="dhani"

Selesai, simpan dan tutuplah.

4. Sebagai pengaturan akhir, buat launcher di desktop, klik kanan - Create Launcher. Pada kolom Name bisa kamu tuliskan apa saja, misalnya Nokia N70, kemudian pada kolom Command copy-paste text berikut:

java -jar /usr/bin/obexftp-frontend-0.6.1-bin/OBEXFTPFrontend.jar

klik tombol OK.

5. Coba double klik pada launcher yang baru saja kamu buat tadi, akan muncul jendela GUI ObexFTP dengan jendela Confuguration yang masih kosong. Isikan kolom ObexFTP path dengan:

/usr/bin/obexftp

pilih Transport pada mode USB dan isikan Value dengan 1. Coba tekan tombol Test connection. Jika kamu mengikuti langkah dengan benar dari awal, maka akan muncul jendela "Connection Established" kamu berhasil. Tekan tombol OK. (Tombol OK biasanya tersembunyi di bawah, jadi coba perlebar ke bawah windowsnya, kalau tidak di tekan tombol OK setiap kamu tekan launcher ini, maka kamu selalu diminta menconfigurasinya).

Nah, kamu bisa mulai mengeksplorer file-file yang ada pada Nokia N70 kamu pada jendela ObexFTP ini, tekan tombol bergambar lensa pembesar, akan muncul root C: dan seterusnya. Kamu bisa memindahkan file-file dari dan ke Komputer kamu. Good luck. Jika ada pertanyaan, dengan senang hati gw akan coba menjawabnya.

26 March 2009

Download dan Install VLC untuk Linux Ubuntu 8.10

Pengalaman gw nih make linux ubuntu 8.10, setelah nyoba-nyoba pake Kubuntu, tampilan Kubuntu menurut gw cool dan smooth, tapi terkendala dengan banyaknya resource yang dipakai di laptop Toshiba A75 - S266 pentium 4, maka gw beralih ke Ubuntu 8.10 yang kebetulan baru dikirim :)

Tampilan awal cukup oke dan terkesan sederhana, tapi semua peripheral laptop terdeteksi semua, mulai wifi atheros sampe infrared, oke lah.

Masalah yang timbul adalah pemutar file mp3 dan file-file CD/SVCD dan DVD, setelah coba nyari di google dan nemu beberapa repository, download dan install, beberapa kali error akibat ada file dependencynya yang ga keinstall, akhirnya nemu website yang sangat membantu pengguna linux untuk cari repository aplikasi yang diinginkan, yaitu APT-WEB (thanks to Fajri) tinggal masukin aplikasi yang diinginkan, distro, lalu tekan dan keluarlah link-linknya.

Kebetulan nih, gw langsung aja ketik VLC blahh... keluar 36 link repository lengkap untuk VLC, berhubung gw install dengan cara offline, setelah di download semua, letakin dalam satu folder (anggap nama folder tersebut adalah VLC), gw pindahin ke flashdisk dan sampe rumah gw copy folder VLC tersebut ke Desktop, jalankan terminal dan ketik perintah:

$ cd Desktop/VLC
$ sudo dpkg -i *.deb


(Perlu diingat, linux khususnya ubuntu membedakan huruf kecil dan besar! Jadi pastikan nama foldernya diketik sama persis)

Keterangan:
  • Baris pertama memerintahkan agar terminal merubah path/folder kerja ke folder VLC yang ada di Desktop
  • Baris kedua menginstall semua file berekstensi .deb yang ada di folder kerja

Sukses! Buka menu Application - Sound & Video - VLC media player,
dan gw langsung bisa putar mp3, putar CD dan DVD, bahkan file-file AVI, WMV, FLV, pokoknya bisa dibilang "media player classic-nya Windows" (bahkan lebih bagus VLC)

Jika males download file per file, gw udah kumpulin semua filenya dalam bentuk arsip, dan boleh diunduh:

DI SINI untuk Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex)
DI SINI untuk Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope)

03 March 2009

Cara Memasukkan Blog ke Mesin Pencari (Google)

Berguna bagi kamu yang ingin mendaftarkan websitenya ke mesin pencari seperti Google.
Tujuan memasukkan (mendaftarkan tepatnya) website/blog seperti multiply, blogspot, friendster, dan lainnya ke dalam mesin pencari yang umum seperti Google selain untuk memudahkan teman-teman kita mencari item atau tulisan-tulisan kita, tentunya akan menaikkan trafik dari website kita, dan tentunya semakin lama website kita akan semakin terkenal.

  • Pertama sekali buka alamat di http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl Pada jendela URL: isikan nama url website kamu, caranya copy alamat URL kamu misalnya http://xtalplanet.multiply.com/, kemudian pastekan.
  • Pada kolom kedua, COMMENTS diisi dengan deskripsi atau penjelasan tentang website kamu, misalnya Dunia maya untuk berbagi cerita.
  • Pada kolom ketiga, ketik kode yang muncul pada jendela di atasnya. Harus sesuai huruf besar kecilnya.
  • Submit dengan menekan tombol ADD URL
Selesai. Gampang sekali bukan? Ingat, kamu jangan hanya berhenti pada proses ini, lakukan aktivitas dengan google, sehingga website kamu semakin terkenal di dunia maya tentunya.