14 June 2008

Perbandingan Format WAV dengan Format MP3

Apa itu format WAV?
Ketika seseorang merekam suara, elektronik menyajikannya dalam bentuk gelombang. Agar bisa disimpan ke dalam komputer, gelombang itu diubah menjadi bentuk digital. Hal ini bisa dilakukan dengan mengambil sampel sejumlah bagian gelombang per detiknya, lalu disimpan ke komputer dalam format WAV.
 















Dalam grafik di atas, garis merah menandakan sampel yang diambil pada gelombang. Dapat dilihat bahwa semakin banyak sampel yang diambil tiap detiknya, sampel akan semakin mendekati bentuk gelombang aslinya, artinya kualitas akan semakin baik. Sebagai contoh, untuk membuat suara sekualitas CD, diperlukan sampel sebanyak 44100 kali per detik. Setiap sampel diperlukan 2 byte (1 byte = 7 bit) data. Untuk musik stereo yang membedakan jalur kanan dengan jalur kiri, diperlukan 2 kali 2 byte = 4 byte data. Mari kita hitung, berapa byte diperlukan untuk memainkan musik berdurasi 4 menit dengan format WAV Stereo:

2 x 2 byte x 44100 kali/detik x 4 x 60 detik = 42.336.000 byte (42 Mega Byte lebih)!

Selain memboroskan penyimpanan komputer, ukuran yang besar menyulitkan transfer lewat internet, sementara untuk mengecilkan ukurannya harus mengorbankan kualitas suaranya.
Lihat pada grafik di atas, mengecilkan ukuran berarti mengurangi jumlah sampel per detik, artinya mengurangi variasi gelombang, dan sampel akan semakin menjauhi bentuk gelombang aslinya.


Apa itu format MP3?

MP3 atau Mpeg Layer-3 mereduksi ukuran WAV tanpa banyak mengurangi kualitas suaranya. Format MP3 menjadi pilihan yang sangat populer dalam mereduksi ukuran WAV. Hampir semua musik yang tersedia di internet memakai format ini. Reduksi yang tinggi ini diperoleh dari hasil gabungan kompresi, penghilangan bagian sampel yang tak terdengar telinga manusia (misalnya ultra sonic di atas 20 KHz dan infrasonic di bawah 16 Hz), serta mengkodekan duplikat sampel. Hasil akhir suaranya akan terdengar sama, tapi tidak identik dengan aslinya. Format MP3 bisa dikodekan dalam bit-rate yang berbeda, diukur dengan satuan kilobit per second (kbps).
Umumnya musik MP3 dikodekan dengan bit-rate 128 kbps. Kita bisa menghitung byte yang diperlukan untuk memainkan MP3 berdurasi 4 menit:


128 kbps x 4 x 60 detik = 30720 kilobit = 4,25 Mega Byte.


Dengan kualitas yang sama, ukuran MP3 sepuluh kali lebih kecil dibanding WAV. Dengan bit-rate 128 kbps pada MP3 kualitas suara bisa disetarakan dengan kualitas CD, telinga kita tak mampu membedakan perbedaan-perbedaan kecil antara kedua format ini. Namun dilain pihak yang memang benar-benar mengutamakan keaslian suara, format WAV tetap dipilih. Format WAV inilah yang dipakai untuk format Audio CD.

Diterjemahkan dan disesuaikan oleh Dhani dari sumber :
http://www.angelfire.com

13 June 2008

Akses Port Paralel LPT1 dengan Visual Basic

Paralel port LPT1 merupakan port transfer data basis paralel input/ouput tertua yang lazim pada komputer era 8080. Untuk era komputer saat ini, port ini sudah mulai ditinggalkan karena sudah digantikan oleh port yang lebih cepat, fleksibel dan universal, yaitu port USB (Universal Serial Bus) yang berbasis pada transfer data serial. Kamu boleh periksa di komputer, bagian belakang, apakah masih ada port dengan 25 buah pin seperti gambar di bawah ini, port dengan warna merah.











Konfigurasi port dan terminalnya seperti dalam gambar berikut;













8 bit Output pin: 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Alamat Port: 888
4 bit Output pin: 1, 14, 16, 17 Alamat Port: 887
5 bit Input pin: 15, 13, 12, 10, 11. Pin 11 dengan masukan terbalik (inverting)


Walau demikian, kemudahan mengaksesnya membuat port ini masih tetap populer digunakan pada pemrograman-pemrograman periperal luar yang dikontrol oleh komputer. Pernah lihat warung telepon yang menggunakan alat penghitung terhubung ke komputer kasir? Nah sebagian besar menggunakan port LPT1 ini untuk kontrolnya.
Yang diperlukan hanya mengakses alamat LPT1 komputer, kemudian mengontolnya dengan bahasa pemrograman, apakah itu C, BASIC, PASCAL dan sebagainya sesuai dengan fungsi yang diinginkan si pemrogram. Kali ini saya coba membahas bagaimana mengakses port LPT1 dengan bahasa pemrograman Visual Basic (VB) yang sudah banyak dikenal.
Dalam VB, tidak disertakan modul atau fungsi untuk mengakses port LPT1 secara langsung, nah kita harus membuat fungsi dan modul ini sendiri. Namun jangan kuatir, karena langkahnya sangat sederhana. Berikut salah satu contoh mengakses port LPT1 dan mengeluarkan data digital, ikuti langkah ini:

1. Download io.dll dan letakkan di direktori C:\WINDOWS\SYSTEM pada komputermu.
2. Buka Visual Basic, buat New Project dan pilih menu Add Module seperti gambar ini.



















3. Dalam jendela modul yang muncul, masukkan deklarasi untuk io.dll seperti ini:

Public Declare Sub PortOut Lib "io.dll" (ByVal Port As Integer, ByVal Value As Byte)
Public Declare Function PortIn Lib "io.dll" (ByVal Port As Integer) As Byte

4. Buat form baru dengan dua tombol Command seperti ini.


















5. Berikan kode program untuk tombol 1 dan tombol dua seperti ini.















6. Coba jalankan, untuk simulator anda bisa mendownload program Parmon.exe untuk melihat data keluar pada pin.

Untuk memasukkan data, kamu bisa buat form dengan 1 tombol Command dan satu buah Label, gunakan kode program berikut:

Private Sub Command1_Cick()
Dim NomorPort as Byte
NomorPort = PortIn(889)
Label1.Caption = NomorPort
End Sub

Untuk input, gunakan tegangan 5 volt terhadap ground (chasis) untuk logika 1, dan tegangan 0 volt terhadap ground untuk logika 0. Dan ingat, terminal 11 menjadi logika terbalik.

Item yang perlu di download:
1. Io.dll
2. http://geekhideout.com/downloads/parmon.zip" target=_blank>Parmon.exe

04 June 2008

Membuat Background Gambar di Windows Explorer

Ini tips yang kuno, namun nggak ada salahnya dishare kembali
Ingin tampilan windows explorer sedikit lain dengan gambar favorit kamu menghiasi latar belakang setiap driver (C, D, atau flashdisk) kamu. Sekali lagi, aku sendiri pernah menemui software yang disertakan dalam pembelian flashdisk tertentu yang bisa menampilkan latar belakang gambar yang dipilih, tetapi kita nggak akan membahas software tersebut, tapi akan membahas bagaimana membuatnya sendiri.

Ok, ikuti langkah sederhana dan mudah ini:

1. Buka notepad dan isikan (copy paste aja) list berikut ini:

{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}={BE098140-A513-11D0-A3A4 -00C04FD706EC} {5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}={5984FFE0-28D4-11CF-AE66 -08002B2E1262} [{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}] Attributes=1 IconArea_Image=gambarku.jpg [.ShellClassInfo] ConfirmFileOp=0 [{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}] PersistMoniker=file://Folder Settings\Folder.htt PersistMonikerPreview=%WebDir%\classic.bmp

Perhatikan, tulisan berwarna merah adalah nama gambar yang ingin kamu jadikan background. Kalau bisa hindari nama gambar yang mengandung spasi.

2. Simpan file tersebut dengan nama desktop.ini, ingat ekstensinya bukan *.txt tetapi *.ini.

3. Letakkan file tersebut pada driver yang ingin kamu beri background (misalnya pada flashdisk kamu), jangan letakkan dalam folder karena efeknya tak akan bekerja nanti.

4. Pilih gambar yang ingin kamu jadikan background, dan letakkan di driver yang sama seperti kamu letakkan file desktop.ini tadi, dengan nama gambar yang disesuaikan dengan list di atas, dalam hal ini nama gambarnya gambarku.jpg

5. Selesai? Coba refresh, tampilan akan berubah indah. Jika tidak ada perubahan, periksa dengan hati-hati, juga perhatikan ekstensi dan nama filenya.