20 October 2008

Membuat CD Boot Windows 98 SE

Zaman gini windows 98? Kali aja temen-temen bertanya, membuat CD Boot Windows 98, bukan berarti digunakan untuk instalasi windows 98 tersebut ke komputer, tapi punya tujuan lain. Bagi sebagian teknisi komputer, CD boot windows 98 yang notabenenya berbasis DOS (Disk Operating System), untuk menginstall OS lain, atau mau memanage suatu disk kosong menggunakan Fdisk, atau bahkan untuk menghilangkan virus secara manual, CD Boot windows 98 masih sering digunakan, agar komputer berada pada mode OS, jadi semua file pada windows menjadi file biasa yang bisa diotak-atik.

Mungkin saya nggak membahas yang rumit, tinggal ambil aja image CD boot tersebut dalam bentuk ISO di SINI

Setelah berhasil di download, kamu cuma perlu program burn CD yang umum, yaitu NERO, dari versi mana aja bisa, tinggal klik di Nero StartSmart, kemudian pilih menu Copy and Backup dan kemudian pilih Burn Image to Disk, pada windows yang terbuka, pilih file hasil download tadi dan Open, jangan lupa pada Destination Drive, pilih drive dimana CD Write kosong dipasang, dan pilih opsi kecepatan pembakaran (write speed option) yang paling minim (contoh 8x) untuk menjamin data tertulis dengan benar dan presisi.

Selesai sudah, cobakan CD hasil burn itu untuk booting, set BIOS pada mode boot dari drive CD/DVD ROM agar berfungsi.

Berikut link yang berguna untuk mendapatkan file image (ISO) berbagai sistem operasi windows:

http://www.bootdisks.us/windows-98/13/windows-98-bootable-cd-images.html
http://www.bootdisk.com/bootdisk.htm

14 June 2008

Perbandingan Format WAV dengan Format MP3

Apa itu format WAV?
Ketika seseorang merekam suara, elektronik menyajikannya dalam bentuk gelombang. Agar bisa disimpan ke dalam komputer, gelombang itu diubah menjadi bentuk digital. Hal ini bisa dilakukan dengan mengambil sampel sejumlah bagian gelombang per detiknya, lalu disimpan ke komputer dalam format WAV.
 















Dalam grafik di atas, garis merah menandakan sampel yang diambil pada gelombang. Dapat dilihat bahwa semakin banyak sampel yang diambil tiap detiknya, sampel akan semakin mendekati bentuk gelombang aslinya, artinya kualitas akan semakin baik. Sebagai contoh, untuk membuat suara sekualitas CD, diperlukan sampel sebanyak 44100 kali per detik. Setiap sampel diperlukan 2 byte (1 byte = 7 bit) data. Untuk musik stereo yang membedakan jalur kanan dengan jalur kiri, diperlukan 2 kali 2 byte = 4 byte data. Mari kita hitung, berapa byte diperlukan untuk memainkan musik berdurasi 4 menit dengan format WAV Stereo:

2 x 2 byte x 44100 kali/detik x 4 x 60 detik = 42.336.000 byte (42 Mega Byte lebih)!

Selain memboroskan penyimpanan komputer, ukuran yang besar menyulitkan transfer lewat internet, sementara untuk mengecilkan ukurannya harus mengorbankan kualitas suaranya.
Lihat pada grafik di atas, mengecilkan ukuran berarti mengurangi jumlah sampel per detik, artinya mengurangi variasi gelombang, dan sampel akan semakin menjauhi bentuk gelombang aslinya.


Apa itu format MP3?

MP3 atau Mpeg Layer-3 mereduksi ukuran WAV tanpa banyak mengurangi kualitas suaranya. Format MP3 menjadi pilihan yang sangat populer dalam mereduksi ukuran WAV. Hampir semua musik yang tersedia di internet memakai format ini. Reduksi yang tinggi ini diperoleh dari hasil gabungan kompresi, penghilangan bagian sampel yang tak terdengar telinga manusia (misalnya ultra sonic di atas 20 KHz dan infrasonic di bawah 16 Hz), serta mengkodekan duplikat sampel. Hasil akhir suaranya akan terdengar sama, tapi tidak identik dengan aslinya. Format MP3 bisa dikodekan dalam bit-rate yang berbeda, diukur dengan satuan kilobit per second (kbps).
Umumnya musik MP3 dikodekan dengan bit-rate 128 kbps. Kita bisa menghitung byte yang diperlukan untuk memainkan MP3 berdurasi 4 menit:


128 kbps x 4 x 60 detik = 30720 kilobit = 4,25 Mega Byte.


Dengan kualitas yang sama, ukuran MP3 sepuluh kali lebih kecil dibanding WAV. Dengan bit-rate 128 kbps pada MP3 kualitas suara bisa disetarakan dengan kualitas CD, telinga kita tak mampu membedakan perbedaan-perbedaan kecil antara kedua format ini. Namun dilain pihak yang memang benar-benar mengutamakan keaslian suara, format WAV tetap dipilih. Format WAV inilah yang dipakai untuk format Audio CD.

Diterjemahkan dan disesuaikan oleh Dhani dari sumber :
http://www.angelfire.com

13 June 2008

Akses Port Paralel LPT1 dengan Visual Basic

Paralel port LPT1 merupakan port transfer data basis paralel input/ouput tertua yang lazim pada komputer era 8080. Untuk era komputer saat ini, port ini sudah mulai ditinggalkan karena sudah digantikan oleh port yang lebih cepat, fleksibel dan universal, yaitu port USB (Universal Serial Bus) yang berbasis pada transfer data serial. Kamu boleh periksa di komputer, bagian belakang, apakah masih ada port dengan 25 buah pin seperti gambar di bawah ini, port dengan warna merah.











Konfigurasi port dan terminalnya seperti dalam gambar berikut;













8 bit Output pin: 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Alamat Port: 888
4 bit Output pin: 1, 14, 16, 17 Alamat Port: 887
5 bit Input pin: 15, 13, 12, 10, 11. Pin 11 dengan masukan terbalik (inverting)


Walau demikian, kemudahan mengaksesnya membuat port ini masih tetap populer digunakan pada pemrograman-pemrograman periperal luar yang dikontrol oleh komputer. Pernah lihat warung telepon yang menggunakan alat penghitung terhubung ke komputer kasir? Nah sebagian besar menggunakan port LPT1 ini untuk kontrolnya.
Yang diperlukan hanya mengakses alamat LPT1 komputer, kemudian mengontolnya dengan bahasa pemrograman, apakah itu C, BASIC, PASCAL dan sebagainya sesuai dengan fungsi yang diinginkan si pemrogram. Kali ini saya coba membahas bagaimana mengakses port LPT1 dengan bahasa pemrograman Visual Basic (VB) yang sudah banyak dikenal.
Dalam VB, tidak disertakan modul atau fungsi untuk mengakses port LPT1 secara langsung, nah kita harus membuat fungsi dan modul ini sendiri. Namun jangan kuatir, karena langkahnya sangat sederhana. Berikut salah satu contoh mengakses port LPT1 dan mengeluarkan data digital, ikuti langkah ini:

1. Download io.dll dan letakkan di direktori C:\WINDOWS\SYSTEM pada komputermu.
2. Buka Visual Basic, buat New Project dan pilih menu Add Module seperti gambar ini.



















3. Dalam jendela modul yang muncul, masukkan deklarasi untuk io.dll seperti ini:

Public Declare Sub PortOut Lib "io.dll" (ByVal Port As Integer, ByVal Value As Byte)
Public Declare Function PortIn Lib "io.dll" (ByVal Port As Integer) As Byte

4. Buat form baru dengan dua tombol Command seperti ini.


















5. Berikan kode program untuk tombol 1 dan tombol dua seperti ini.















6. Coba jalankan, untuk simulator anda bisa mendownload program Parmon.exe untuk melihat data keluar pada pin.

Untuk memasukkan data, kamu bisa buat form dengan 1 tombol Command dan satu buah Label, gunakan kode program berikut:

Private Sub Command1_Cick()
Dim NomorPort as Byte
NomorPort = PortIn(889)
Label1.Caption = NomorPort
End Sub

Untuk input, gunakan tegangan 5 volt terhadap ground (chasis) untuk logika 1, dan tegangan 0 volt terhadap ground untuk logika 0. Dan ingat, terminal 11 menjadi logika terbalik.

Item yang perlu di download:
1. Io.dll
2. http://geekhideout.com/downloads/parmon.zip" target=_blank>Parmon.exe

04 June 2008

Membuat Background Gambar di Windows Explorer

Ini tips yang kuno, namun nggak ada salahnya dishare kembali
Ingin tampilan windows explorer sedikit lain dengan gambar favorit kamu menghiasi latar belakang setiap driver (C, D, atau flashdisk) kamu. Sekali lagi, aku sendiri pernah menemui software yang disertakan dalam pembelian flashdisk tertentu yang bisa menampilkan latar belakang gambar yang dipilih, tetapi kita nggak akan membahas software tersebut, tapi akan membahas bagaimana membuatnya sendiri.

Ok, ikuti langkah sederhana dan mudah ini:

1. Buka notepad dan isikan (copy paste aja) list berikut ini:

{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}={BE098140-A513-11D0-A3A4 -00C04FD706EC} {5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}={5984FFE0-28D4-11CF-AE66 -08002B2E1262} [{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}] Attributes=1 IconArea_Image=gambarku.jpg [.ShellClassInfo] ConfirmFileOp=0 [{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}] PersistMoniker=file://Folder Settings\Folder.htt PersistMonikerPreview=%WebDir%\classic.bmp

Perhatikan, tulisan berwarna merah adalah nama gambar yang ingin kamu jadikan background. Kalau bisa hindari nama gambar yang mengandung spasi.

2. Simpan file tersebut dengan nama desktop.ini, ingat ekstensinya bukan *.txt tetapi *.ini.

3. Letakkan file tersebut pada driver yang ingin kamu beri background (misalnya pada flashdisk kamu), jangan letakkan dalam folder karena efeknya tak akan bekerja nanti.

4. Pilih gambar yang ingin kamu jadikan background, dan letakkan di driver yang sama seperti kamu letakkan file desktop.ini tadi, dengan nama gambar yang disesuaikan dengan list di atas, dalam hal ini nama gambarnya gambarku.jpg

5. Selesai? Coba refresh, tampilan akan berubah indah. Jika tidak ada perubahan, periksa dengan hati-hati, juga perhatikan ekstensi dan nama filenya.

29 May 2008

Menggabungkan (Merge) File MPG dan FLV terpisah menjadi satu file utuh



Menggabungkan atau merge file di sini artinya menggabungkan file-file terpisah yang sejenis menjadi satu file gabungan yang utuh. File MPG dan FLV merupakan file video yang banyak tersedia di internet, khususnya file FLV yang jadi format standar www.youtube.com, sering di upload menjadi bagian per bagian karena batasan dan kemudahan dalam upload file tersebut dengan ukuran yang besar.

Masalahnya setelah didownload, file bagian-bagian tersebut ingin disatukan menjadi file utuh, karena sangat tidak nyaman menonton video secara bagian per bagian. Nah, banyak pilihan bagi anda, bisa pakai software bayar atau gratisan yang banyak tersedia di internet, bisa juga pake cara simpel berikut ini.

1. Buat file *.txt baru (buka saja notepad)
2. Ketikan "copy /b *.flv FullMovie.flv" (tanpa tanda kutip)













3. Simpan dengan nama file terserah anda, dan ubah extensinya jadi *.bat, misal "JoinFLV.bat", agar file berubah menjadi ekstensi *.bat, gunakan tanda kutip ganda tersebut di jendela konfirmasi penyimpanan


















4. Letakkan file *.bat yang baru kita buat itu ke folder tempat dimana file *.flv akan di gabungkan.

















5. Klik 2x pada file *.bat tersebut
6. Akan terbentuk file hasil join dengan nama "FullMovie.flv"

















note: cara yang sama bisa digunakan untuk *.mpg dengan mengubah ekstensinya dari FLV menjadi MPG, jadi tuliskan di notepad tadi dengan "copy /b *.mpg FullMovie.mpg" (tanpa tanda kutip)

Warning: Cara ini tidak menjamin bisa berhasil, dalam beberapa kasus, terutama untuk movie dengan ukuran dan framerate yang berbeda, cara ini tidak berhasil.

22 May 2008

Mengembalikan Data dari Hardisk Rusak? Bisa, pake GetDataBack

Rusak di sini bukan artinya rusak fisik, tetapi rusak akibat kesalahan, misalnya terformat tak sengaja, atau bahkan lebih ekstrim, mengubah partisi atau bahkan partisi yang tak terbaca atau broken. Data yang ada di harddisk bisa dikembalikan.

Berawasl dari otak-atik gw pada komputer yang baru gw beli second dari temen, nggak sengaja gw memnformat semuanya dan mengubah partisinya, tapi di tengah jalan mati lampu!! Begitu dihidupin lagi, partisi broken! padahal di dalamnya ada data tugas akhir (skripsi) temen gw yang katanya cuma ada di situ, alias ngga ada backup. Kebayang kan bingungnya bagi gw saat itu yang nggak tau harus gimana, hardisk aja nggak terbaca partisinya, boro-boro mau mengembalikan data yang udah terformat.

Selama dua hari gw ublek-ublek internet nyari cara untuk balikin data pda hardisk yang udah rusak partisinya, dan ketemu program yang gw pake sampe saat ini: GetDataBack ver. 3.0. Masih banyak sih software sejenis yang menawarkan recovery, tapi menurut gw ini yang powerfull, mulai dari ngembaliin file yang udah di delete, termasuk di delete dari recycle bin.

Dengan catatan, saat menyadari ada data penting dalam suatu media penyimpanan, jika ingin mengembalikan data itu jangan sekali-kali melakukan perubahan dulu pada hardisk itu, dan backup data yang udah terambil tadi ke media lainnya agar tak menimpa data yang ada di hardisk rusak itu.

Sebenarnya, apapun itu, Delete, Format, atau Partisi, semua data file pada media penyimpanan tidak secara fisik di"hilang"kan dari media penyimpanan tersebut, tapi hanya dihilangkan alokasi atau alamatnya, sehingga dianggap data itu tidak ada. Data yang dianggap tidak ada itu bisa ditimpa oleh data lain sengaja atau tidak, sebagian atau keseluruhan. Karena itu untuk memaksimalkan data kembali 100%, jangan otak-atik partisi yang bermasalah, kecuali untuk dikembalikan datanya.

12 May 2008

Mengembalikan data yang hilang akibat virus

Sebenarnya ini masalah yang udah lama banget, komputer kita kena virus? Gampangnya install anti virus atau pake antivirus portable, dan lenyaplah semua virus yang mengganggu itu. Tapi setelah dicek, timbul masalah…
“Kenapa datanya juga ikut hilang…?!”
Jangan panik, masih ada kemungkinan bisa diatasi. Ada dua kemungkinan, kalau nggak data kamu yang memang bener-bener didelete ama virusnya, ada kemungkinan lain yang lebih besar, yaitu data kamu Cuma di sembunyikan atributnya.
Sebuah file mempunyai berbagai macam atribut, diantaranya adalah: Read Only, Archive, System, Hidden. Nah, dalam kasus atributnya dalam posisi Hidden, data kamu enggak bakal muncul, walau dengan mode “show hidden files” sekalipun, bahkan melalui DOS nggak bakal kelihatan. Solusinya Cuma satu (..jangan tanya gw penjelasannya gimana ya…, sama gw gak ngerti banget).

1. Buka command atau klik start->run…->tuliskan CMD->OK
2. Beri perintah menunjuk folder atau lokasi dimana data yang hilang, misalnya di D:, ketik aja D: lalu enter…
3. Masukkan perintah berikut:
attrib –s –h *.* /s /d
4. Periksa kembali folder kamu, mudah-mudahan filenya bisa balik lagi.

Perintah itu juga berlaku untuk flashdisk, dan ingat, jangan di format dulu sebelum kembali semua datanya, kalau udah diformat kemudian baru dibalikin atributnya, yah sama aja… filenya udah terhapus, kecuali pake tool kusus untuk ngembaliinnya.

02 May 2008

Radio Komunitas

Nggak teralu ngeh ama istilah yang satu ini, tentang bagaimana, untuk apa, dan seperti apa istilah itu digunakan. Tapi menurut gw yang sekedar comot sana-sini lalu menyimpulkan 'radio komunitas itu wadah bagi penggemar radio amatiran non komersial'

Sebenarnya di daerah luar aceh, radio komunitas justru marak, melebihi studio radio resmi. Kebanyakan jalur FM, kenapa dipilih jalur FM tentunya banyak alasannya: selain suara jernih dan stereo, juga jangkauannya yang nggak terlalu menyebar keluar (maksimal 80 km kali ya) dengan jarak jangkau 'line of sight' atau sepandang mata. Mengingat gelombang FM dipancarkan lurus, kalaupun belok mungkin cuma beberapa derajat, jadi begitu mentok ke horizon yah terus ke angkasa.

Nah balik lagi ke radio komunitas, di beberapa daerah pernah terjadi sweeping frekuensi, mengingat para amatir tidak mengindahkan batas diperbolehkannya frekuensi ilegal, seperti merusak siaran TV dan bahkan masuk ke radio komunikasi untuk lalulintas pesawat. Sangat membahayakan memang.

Tapi terlepas dari itu, jika ada kerjasama pihak amatir dan terkait, tentunya radio komunitas bakal menjadi ajang yang nggak ngebosenin, misalnya saja mendirikan radio komunitas di kampung, pedesaan, yang notabenenya memerlukan cuap-cuap nakal selepas lelah bekerja. Dari kalangan sendiri dan untuk kalangan sendiri.

Saya sendiri pernah membuat radio amatir di jalur FM 100 MHz, justru dalam era maraknya konflik di aceh (tahun 1998 sampai 2004 waktu kejadian Tsunami). Siaran hanya dimulai jam 11 malam sampai terkadang pagi subuh. Dengan siaran yang tidak tertata apik, namun terlihat natural, obrolan ringan yang nggak mengandung SARA, POLITIK, namun cuma obrolan bebas sekelompok mahasiswa dan pengalaman sehari-harinya. Karena itulah radio itu bertahan beberapa tahun tanpa ada halangan, padahal jarak jangkau cukup jauh, dari daerah darussalam sampai mesjid raya Baiturrahman... (berapa kilometer tuh).

Ulasan lain kali mungkin akan menyajikan rangkaian elektronika hasil rakitan dan comot sana-sini..... tentunya bagi yang hobby ngerakit elektronika bakal bisa nyambung...