24 August 2012

Membuat Hardsub Movie dengan Avidemux

Hardsub adalah subtitle yang tertanam di dalam movie, tidak dapat disingkirkan karena merupakan satu kesatuan dengan frame movie, kecuali di crop (potong) yang juga akan menghilangkan sebagian wilayah gambar di daerah munculnya subtitle. Namun banyak yang memilih membuat hardsub pada movie dengan berbagai pertimbangan, diantaranya karena player yang dipakai tidak mendukung subtitle eksternal atau diistilahkan dengan softsub (seperti .srt, .ass, .ssa dan sebagainya) juga pertimbangan hak cipta atas subtitle.

Prinsip membuat hardsub adalah mengkode (encoder) sebuah file video dengan menambahkan teks yang nantinya akan menghasilkan satu kesatuan file video itu, bukan sekedar mengikutsertakan sebuah file teks (subtitle) ke dalam file video yang dibungkus dalam satu file kontainer (umumnya .mkv).

Untuk memulainya, kita hanya memerlukan satu software yang gratis dan open source, yaitu Avidemux. Silakan kunjungi halaman resminya di SINI dan download versi mana saja (terbaru mungkin lebih baik), dalam pembahasan ini saya menggunakan Avidemux 2.5.2. Install dan ikuti langkah berikut.

1. Buka aplikasi Avidemux dan akan muncul tampilan tipikalnya seperti gambar di bawah.

[Klik untuk memperbesar gambar]


2. Klik File -> Open atau Ctrl+O dan pilih movie yang akan diencoder.
3. Jika muncul pesan "Built VBR time map?" klik 'Yes' dan biarkan prosesnya sampai selesai.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
4. Kemudian jika muncul pesan "Indeks is not up to date" klik 'Yes' dan biarkan prosesnya sampai selesai.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
5. Movie siap di konfigurasi, anda bisa melihat previewnya dengan menggeser time bar di bawah jendela preview.

[Klik untuk memperbesar gambar]

6. Pada caption 'Video' pilih codec "MPEG-4 AVC (x264)" dan pada caption Audio pilih "AAC (Faac)"

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
7. Saatnya menentukan ukuran file outputnya, kita bisa menentukan bit rate untuk mencapai ukuran file yang kita inginkan. Untungnya disediakan tool 'Calculator' untuk menghitung nilai bit rate pada ukuran file yang ditentukan. Klik Tools -> Calculator... atau tekan F7. Akan keluar jendela seperti pada gambar di bawah. Anggap saja kita menginginkan file output berukuran 700 MB, dalam kasus saya dihasilkan bit rate sebesar 772 kbps. Catat nilai bit rate ini, dan akan kita gunakan dalam langkah berikutnya. Tutup jendela Calculator.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

8. Kembali ke caption Video, klik Configure, pada tab General pilih Encoding Mode dengan Constant Bit Rate (Single Pass), isikan Target Bit Rate dengan nilai yang dihasilkan Calculator pada langkah 7, lalu klik tombol OK.

[Klik untuk memperbesar gambar]

9. Berikutnya memilih subtitle yang akan diencoder, masih di caption Video, pilih Filters, akan muncul jendela baru dan pada pilihan paling kiri pilih Subtitles, dan bagian tengah pilih tipe subtitle yang anda miliki (sebagai contoh file .SRT) maka pilih Subtitler.

[Klik untuk memperbesar gambar]

10. Akan muncul jendela Subtitler, di sini anda bisa memilih lokasi file subtitle. Jenis font untuk subtitle harus ditentukan, anda bisa memilih font yang anda sukai, asal berjenis True Type Font (.ttf) dan dalam hal ini saya contohkan arial.ttf. Selanjutnya pilih Encoding dengan UTF-8. Pilih warna subtitle sesuai keinginan pada tombol Select Color. Selanjutnya tekan tombol Set Size and Position untuk menentukan ukuran subtitle dan posisinya.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
11. Akan muncul jendela Subtitle Font Size and Position. Anda bebas menentukan ukuran subtitle dan lokasinya, dalam contoh ini saya memakai ukuran 24 dan posisi subtitle di bawah tengah dengan menggeser bar yang ada disamping dan di atas. Tekan OK.

[Klik untuk memperbesar gambar]
 
12. Masih di jendela Set Size and Position, anda bisa melihat previewnya dengan menekan tombol Preview. Tekan OK  dan keluar dari jendela Set Size and Position.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

13. Pada jendela utama, tekan File -> Save -> Save Video atau Ctrl+S. Tentukan lokasi outputnya dan save. Encoding memulai progresnya, dan lamanya encoding bergantung pada memory dan kecepatan komputer anda.

 [Klik untuk memperbesar gambar]

Semoga berhasil, jika ada pertanyaan silakan tulis komentar.

13 August 2012

Share Folder pada Ubuntu dan Windows dengan Samba

Berbagi dokumen dalam folder bersama (Shared Folder) mungkin tidak asing lagi bagi Anda, mudah dilakukan jika sistem operasi yang dipakai antar jaringan adalah sama. Namun perlu pengaturan lebih lanjut, jika Anda ingin berbagi data antara sistem operasi yang berbeda, katakan saja antara Linux dengan Windows.

Salah satu cara paling mudah untuk bertukar data antara Linux (dalam contoh ini adalah Ubuntu) dengan Windows adalah menggunakan data server Samba. Ikuti langkah berikut ini.

1. Install samba.
sudo apt-get update
sudo apt-get install samba
2. Konfigurasi file samba:
sudo gedit /etc/samba/smb.conf
Akan terbuka aplikasi gedit berisi konfigurasi samba. Jangan ubah apapun kecuali kita akan menambahkan baris di blok [global], di bawah string "workgroup = WORKGROUP" baris berikut:

force user = dhani 

Keterangan: dhani adalah username ubuntu anda, lihat gambar. Bagian yang saya blok adalah baris yang ditambah.

(klik gambar untuk memperbesar)




3. Restart samba:

sudo restart smbd
sudo restart nmbd

4. Klik kanan folder di ubuntu yang akan dishare, dan klik menu "sharing option", atur sesuai keinginan. Lihat gambar.

(klik gambar untuk perbesar)

5. Selesai. Untuk melihat apakah berhasil atau tidak, buka sharing folder di Windows dan lihat apakah folder yang Anda sharing telah muncul.